Mahasiswa Lamongan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan mencatat sedikitnya 328 hektare lahan sawah di dua kecamatan terendam banjir. Bencana tersebut dipicu tingginya intensitas hujan yang disertai luapan aliran sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Naim, menjelaskan bahwa area sawah yang terendam banjir di Kecamatan Kedungpring seluas 135 hektare dan di Kecamatan Modo mencapai 193 hektare. Tanaman padi yang terdampak sebagian besar masih berusia muda, sekitar 5 hingga 10 hari setelah tanam. Selain itu, sejumlah lahan lainnya masih berada dalam tahap pengolahan tanah.
“Total keseluruhan area persawahan yang terdampak seluas 328 hektare,” ujar Naim, Jumat (12/12/2025).
Selain merendam sawah, banjir juga meluas hingga ke permukiman warga di sekitar wilayah terdampak. BPBD Lamongan mencatat banjir terjadi di 13 dusun, yang terdiri dari empat dusun di Kecamatan Kedungpring dan sembilan dusun di Kecamatan Modo.
Dalam penanganan darurat, BPBD Lamongan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk melakukan berbagai langkah mitigasi bencana. Salah satunya adalah normalisasi sungai dan saluran air, termasuk membersihkan pintu-pintu air yang tersumbat.
“Upaya normalisasi sungai dan saluran air terus dilakukan, termasuk pembersihan pintu-pintu air,” jelas Naim. Ia menambahkan, aliran air belum dapat mengalir secara optimal karena proyek normalisasi Kali Pridjetan masih dalam proses pengerjaan.
Sementara itu, warga Desa Kedungpring, Muhammad Nurzamzami, membenarkan bahwa wilayahnya kembali dilanda banjir. Ia menyebutkan empat dusun yang kerap terdampak, yakni Dusun Mojodadi, Jatidrojog, Kradenan, dan Gunungrejo.
Menurutnya, wilayah tersebut menjadi langganan banjir karena berada di jalur aliran air menuju Waduk Semar Mendem di Kabupaten Bojonegoro.
Camat Modo, Anang Budi Santoso, berharap debit air dapat segera surut agar lahan pertanian warga bisa kembali disiapkan untuk ditanami. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan.
“Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan,” katanya.
Sebagai bagian dari langkah tanggap darurat, BPBD Lamongan telah menyalurkan berbagai bantuan logistik, antara lain terpal, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, serta glangsing.
Di samping itu, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Lamongan turut mendukung penanganan di lapangan dengan menyediakan bongkotan dan gedek guling guna mempercepat pengendalian banjir.











