DesaNews

Alumnus Unair Ubah Limbah Ternak di Sumbersari Jadi Sumber Ekonomi Baru

×

Alumnus Unair Ubah Limbah Ternak di Sumbersari Jadi Sumber Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Alumnus Unair Ubah Limbah Ternak di Sumbersari Jadi Sumber Ekonomi Baru
Alumnus Unair berhasil ubah limbah ternak di Sumbersari menjadi sumber ekonomi. (Dok. istimewa).

Mahasiswa Lamongan – Hilda Sukmawati Wahyuning Tyas, alumnus Antropologi Universitas Airlangga, yang berhasil mengolah limbah kotoran ternak yang mencemari Desa Sumbersari, Lamongan, menjadi komoditas bernilai ekonomi. Berkat tangan kreatifnya, limbah tersebut berhasil diubah menjadi pupuk organik, biogas, hingga pakan ternak berkualitas.

Ide yang dibawa Hilda sebenarnya sederhana, tetapi sangat tepat sasaran, yakni menghentikan pencemaran lingkungan sembari memberikan nilai tambah pada limbah yang selama ini hanya dianggap sampah. Melalui Program Literasi (Lingkungan Peternakan Sapi Terintegrasi) Edufarm, Hilda mengembangkan konsep integrasi penuh antara peternakan dan pertanian.

Menurut Hilda, terdapat dua persoalan utama yang dihadapi warga. “Hasil samping panen untuk pakan itu banyak, tapi masa simpannya pendek. Di sisi lain, limbah kotoran ternak menumpuk dan mencemari,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).

Dari situ, ia menawarkan solusi konkret, yakni hasil samping pertanian difermentasi menjadi silase sehingga dapat menjadi pakan ternak bergizi yang tahan lama. Sementara itu, limbah kotoran diolah menjadi pupuk organik, dan urin sapi dimanfaatkan sebagai bahan baku biogas.

Namun, mengubah kebiasaan warga bukan hal mudah. Hilda mengaku sempat menghadapi penolakan dan tantangan besar pada tahap awal. Untuk mengatasinya, ia membawa terobosan menarik yang langsung memikat perhatian warga, yaitu program asuransi ternak.

Uniknya, warga tak perlu membayar iuran asuransi dengan uang tunai. “Kami menawarkan warga untuk mengirimkan kotoran ternaknya kepada kami. Sebagai gantinya, kami yang akan membayarkan iuran asuransi ternak mereka,” jelasnya.

Skema ini terbukti efektif. Warga kini merasa lebih aman karena asuransi dapat dicairkan kapan saja ketika ternak sakit atau mati, sehingga keberlanjutan usaha ternak tetap terjaga.

Inovasi mengubah limbah ternak ini tak hanya membantu membersihkan lingkungan Desa Sumbersari, tetapi juga berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat. Ibu-ibu desa diberdayakan dalam proses pembuatan pupuk organik, sementara para pemuda dilatih menjadi trainer integrated farming.

Berkat kegigihannya, Hilda meraih banyak penghargaan, antara lain Juara 1 Pemuda Pelopor Lamongan, Juara 3 Pemuda Pelopor Jawa Timur, dan Local Hero Award 2024 dari KLHK.

“Bagi saya, bisa memberi dampak untuk banyak orang adalah anugerah. Desa saya bahkan sudah berubah dari desa tertinggal menjadi desa maju sekarang,” tutupnya.