Mahasiswa Lamongan – Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan tahun 2025 mencapai Rp 3,250 triliun. Namun, sekitar 70 persen dari jumlah tersebut dialokasikan untuk belanja operasional.
Hal tersebut menyebabkan harapan masyarakat Lamongan pupus untuk menikmati infrastruktur yang memadai, terutama dalam hal jalan mulus atau program Jalan Mulus Lamongan (Jamula).
Dilansir dari Surabaya Pagi, Ketua PC PMII Kabupaten Lamongan, Maulana Rohis Putra, mengungkapkan hal tersebut, usai mengikuti diskusi tentang postur APBD 2025 bersama sejumlah komunitas peduli Lamongan, Kamis (17/04/2025).
Menurut Rohis, dari total APBD yang ditetapkan DPRD setempat, sebesar Rp 2,281 triliun digunakan untuk belanja operasi, yang berarti anggaran infrastruktur belum menjadi prioritas utama.
Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, telah ditegaskan bahwa alokasi belanja pegawai maksimal hanya 30 persen dan sekitar 40 persen idealnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur guna mendukung percepatan pembangunan nasional.
Namun, menurut Rohis, realisasi di Lamongan justru menunjukkan pola penganggaran yang terkesan hanya menyalin dari tahun-tahun sebelumnya.
“Anggaran belanja pegawai di APBD Lamongan tahun 2025 masih sangat tinggi, mencapai sekitar Rp 1,3 triliun atau 58 persen dari total belanja. Ini jelas melampaui batas yang ditetapkan oleh UU,” ujar Rohis.
Sejumlah mahasiswa bahkan sempat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Lamongan dengan membentangkan berbagai banner protes sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan tersebut.
Rohis menegaskan bahwa Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, seharusnya lebih bijak dalam mengambil kebijakan anggaran.
Pemerintah tidak bisa terus-menerus hanya fokus pada belanja operasional, termasuk gaji pegawai yang jumlahnya sangat besar, tetapi perlu mulai memperhatikan program-program yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Setidaknya 40 persen dari APBD harusnya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur agar manfaatnya langsung dirasakan oleh warga,” pungkasnya.











