Mahasiswa Lamongan – Kabupaten Lamongan kembali dilanda banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Jero setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan melaporkan, sebanyak 189 rumah warga terdampak banjir, dan tersebar di lima kecamatan, yakni Babat, Laren, Maduran, Karanggeneng, dan Karangbinangun.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Joko Raharto, mengungkapkan bahwa meningkatnya debit air di kedua sungai tersebut menyebabkan status siaga hijau hingga merah.
“Debit air yang meningkat menyebabkan air meluap ke jalan desa, permukiman warga, dan lahan pertanian,” ujar Joko, Kamis (27/02/2025).
Banjir mulai merendam permukiman sejak pukul 21.10 WIB di beberapa wilayah yang dilintasi Sungai Bengawan Solo dan Bengawan Jero.
BPBD Lamongan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penanganan darurat, termasuk pengiriman logistik berupa karung pasir (glangsing), anyaman bambu (gedek), bongkotan, terpal, serta makanan siap saji bagi warga terdampak.
“Kami juga memasang pintu tanggul darurat di Babat. Pintu ini dipasang untuk mencegah air meluber ke jalan raya dan permukiman warga,” tambah Joko.
Selain itu, warga bersama BPBD Lamongan juga melakukan aksi gotong royong membangun bendungan darurat menggunakan glangsing, gedek, dan bongkotan yang diisi tanah atau pasir. Posko siaga darurat juga telah didirikan di Babat untuk pemantauan lebih lanjut.
BPBD juga mengoperasikan beberapa pompa air guna mengurangi ketinggian genangan, termasuk dua unit pompa utama, satu pompa portable, serta satu unit pompa tambahan yang ditempatkan di Kuro dan Melik.
Meskipun terdampak cukup luas, Joko memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi akibat banjir.
“Sejauh ini belum ada warga yang harus keluar dari rumahnya,” ujarnya.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi ruas Jalan Raya Babat-Lamongan akibat rembesan air dari tanggul tembok penahan tanah (TPT). Ketinggian genangan yang mencapai 1,5 cm di beberapa lokasi, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
M. Farchan, warga Kelurahan Babat, mengungkapkan bahwa banjir ini merupakan kejadian yang hampir rutin terjadi setiap musim hujan.
“Tiap tahun saat musim hujan, wilayah ini selalu banjir. Tahun 2025 saja sudah dua kali terendam air,” katanya.
Ia berharap pemerintah lebih sigap dalam mengatasi banjir dengan menyiapkan material seperti tumpukan pasir untuk bendungan darurat serta langkah pencegahan lainnya.
BPBD Lamongan terus memantau perkembangan debit air di Sungai Bengawan Solo, Bengawan Jero, Gondang, serta anak Sungai Kali Lamong guna mengantisipasi potensi banjir yang lebih luas.
Hingga kini, BPBD Lamongan terus melakukan pemantauan terhadap kenaikan debit air sungai, guna mencegah dampak yang lebih luas. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas jika terjadi kondisi darurat.











