Mahasiswa Lamongan – Ajay Ahdiyat, seorang dosen sekaligus seniman visual membagikan pandangan bagaimana Desain Komunikasi Visual (DKV) berperan penting dalam ekonomi kreatif. Dalam buku solo perdananya berjudul Ilustrasi dalam Pusaran Komunikasi Visual, Ajay membagikan penjelajahan konseptual yang membuka cara pandang lain terhadap ilustrasi.
Bagi ilustrator asal Kuningan, Jawa Barat, ini, setiap garis dan warna adalah bentuk komunikasi yang hidup. Melalui karya tersebut, Ajay ingin menunjukkan bahwa Desain Komunikasi Visual (DKV) bukan sekadar bidang seni, tetapi jantung yang membuat ekonomi kreatif bergerak.
Dalam podcast bersama Detak Pustaka, Ajay menegaskan bahwa DKV memiliki peran penting untuk memperkuat ekosistem penerbitan dan ekonomi kreatif. “DKV itu bisa dibilang nafasnya ekonomi kreatif, karena semua subsektor ekonomi kreatif tidak bisa lepas dari peran desain komunikasi visual,” ujarnya.
Ajay juga menegaskan bahwa sebuah ilmu selalu memiliki kajian dan teori, karena apabila tidak melalui tulisan maupun penelitian, ilmu tersebut akan sulit berkembang.
Bagi Ajay, keterkaitan antara penulisan dan desain adalah hal yang tak terpisahkan. Ia menilai, penulis pemula pun perlu memahami peran penting desain dan branding sebelum menerbitkan karyanya.
“Peran DKV itu sangat krusial dalam menambah makna dari tulisan. Jadi, penulis yang bukan dari dunia visual perlu memperhatikan tampilan bukunya sebelum didistribusikan,” tuturnya.
Sinergi antara kata dan visual, lanjut Ajay, menjadi kekuatan utama dalam membangun industri kreatif yang berkelanjutan. “Penulisan dan visual adalah jembatan antara pembuat karya dengan audiens. Keduanya saling melengkapi dan menjadi dasar berkembangnya ekonomi kreatif,” jelas Ajay.
Bagi Ajay sendiri, DKV adalah cara berkomunikasi melalui visual. Jika tidak ada visual, orang akan berkomunikasi lewat kata atau bahasa tubuh. Pada intinya, DKV dapat menyelesaikan masalah komunikasi lewat adanya visual.
Memasuki era digital, Ajay melihat peluang yang sangat besar bagi pelaku DKV. Namun, peluang ini tentu saja berdampingan dengan tantangan yang tak kalah besar.
“Peluangnya terbuka lebar, tetapi tantangannya juga makin besar. Kita hidup di era banjir visual, dan itu membuat kreator semakin sulit muncul ke permukaan. Tantangannya adalah bagaimana memperkuat identitas kita sebagai kreator,” ungkapnya.
Ajay juga menekankan pentingnya personal branding bagi penulis dan pelaku kreatif. “Personal branding memberi tahu siapa kita dan apa yang kita lakukan. Kalau saya, biasanya menampilkan karya visual di media sosial,” tegasnya.
Melalui buku Ilustrasi dalam Pusaran Komunikasi Visual, Ajay mengajak pembaca menyelami hubungan dinamis antara dunia komunikasi dan visual. Buku ini membahas pembahasan mendalam tentang definisi, sejarah, struktur, serta klarifikasi ilustrasi dalam ranah Desain Komunikasi Visual.
Bagi Ajay Ahdiyat, ilustrasi bukan hanya gambar—ia adalah jembatan antara gagasan dan perasaan, antara pencipta dan penikmat. Di tengah pusaran komunikasi visual yang terus berputar, Ajay menghadirkan napas segar bagi dunia ekonomi kreatif bahwa di balik setiap warna dan garis, selalu ada cerita yang menunggu untuk dibaca.











