Mahasiswa Lamongan – Kegiatan Tadarus Makna yang diikuti peserta Darul Arqam Madya Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan pada Kamis (20/11/2025) menjadi ajang perenungan mendalam bagi para mahasiswa terhadap kondisi moral dan spiritual di tengah kehidupan modern saat ini.
Dalam rangkaian acara tersebut, para peserta diajak menelaah dua isu utama, yakni bahaya perilaku hidup bermegah-megahan yang dinilai mampu meruntuhkan empati sosial, serta urgensi membangun gerakan keberpihakan sebagai bentuk keberanian berpihak pada kelompok lemah dan tertindas.
Rizky, salah satu pemateri, menyoroti semakin kuatnya budaya konsumtif di kalangan mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa orientasi berlebihan pada harta, status sosial, dan simbol-simbol prestise kerap mengikis nilai kesederhanaan dan kepedulian sosial.
Ia mengingatkan bahwa kecenderungan tersebut telah diperingatkan Allah dalam QS. At-Takatsur ayat 1: “Bermegah-megahan telah melalaikan kalian.” Menurutnya, ayat ini menegaskan bahwa perilaku memperbanyak dan memamerkan harta dapat menjauhkan manusia dari ketakwaan serta meredupkan kepekaan terhadap sesama.
Sementara itu, Imam Masluqi menambahkan bahwa peringatan tentang bahaya takatsur tidak dapat berhenti pada tataran teori. Ia menggarisbawahi pentingnya tindakan konkret sebagai wujud pengamalan nilai Islam. Imam menegaskan bahwa Islam telah memberikan jalan keluar melalui gerakan keberpihakan—keberanian untuk berpihak kepada fakir, lemah, dan tertindas.
“Keberpihakan bukan sekadar sikap batin. Ia harus diterjemahkan lewat tindakan tolong-menolong dan pengelolaan harta yang memberi manfaat. Ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Maidah ayat 2: ‘Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketakwaan,’” ujarnya.
Melalui kegiatan Tadarus Makna ini, para peserta Darul Arqam Madya IMM Lamongan didorong tidak hanya memahami bahaya hidup bermegah-megahan, melainkan juga membangun karakter empatik serta meneladani akhlak Nabi.
Gerakan keberpihakan diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial mahasiswa, sehingga proses intelektual yang mereka jalani menjadi lebih bermakna dan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.











