Desa

Desa Jatirenggo Sabet Penghargaan Desa Berdaya 2025

×

Desa Jatirenggo Sabet Penghargaan Desa Berdaya 2025

Sebarkan artikel ini
Desa Jatirenggo Sabet Penghargaan Desa Berdaya 2025
Bupati Lamongan dan Gubernur Jatim dalam agenda penyerahan bantuan sosial dan penghargaan Desa Berdaya 2025. (instagram.com/prokopimkab.lamongan).

Mahasiswa Lamongan – Komitmen kuat Pemerintah Desa Jatirenggo, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan dalam memberdayakan masyarakat dan mengembangkan pelayanan publik berbasis digital akhirnya membuahkan hasil manis. Desa ini resmi dianugerahi penghargaan Desa Berdaya 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melalui Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, dalam sebuah acara yang digelar di SMK Negeri Maritim Brondong, Senin (07/07/2025).

Desa Jatirenggo menjadi satu dari tiga desa di Lamongan yang meraih predikat bergengsi ini, bersama Desa Tawangrejo di Kecamatan Turi dan Desa Mungli di Kecamatan Kalitengah.

Kepala Desa Jatirenggo, Try Deasy Kusumaning Ayu, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini sebagai buah dari kerja sama erat antara pemerintah desa dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“Program Desa Berdaya 2025 ini bertujuan untuk menggali potensi lokal, mendorong keterlibatan warga, serta memperkuat ketahanan ekonomi desa. Penilaiannya mencakup aspek inovasi, keberlanjutan program, dan komitmen pemerintah desa,” ungkap Deasy, Selasa (08/07/2025).

Salah satu inovasi unggulan yang membuat Desa Jatirenggo dilirik adalah aplikasi JALANTOL (Jatirenggo Pelayanan Terpadu Online). Aplikasi berbasis website dan Android ini memungkinkan warga mengakses berbagai layanan administrasi desa secara online.

Tak hanya itu, JALANTOL juga menyediakan fitur pengaduan masyarakat, promosi produk UMKM lokal, hingga penyebaran informasi desa secara real-time tanpa harus datang ke balai desa.

“Sampai Mei 2023, tercatat sekitar 590 warga sudah mengunduh JALANTOL. Ini merupakan terobosan digitalisasi layanan publik pertama di Lamongan,” jelas Deasy.

Tak hanya unggul di bidang digital, Desa Jatirenggo juga menunjukkan keseriusan dalam membangun ketahanan pangan. Pemerintah desa mengoptimalkan lahan pekarangan dan pertanian warga, termasuk tambak, untuk kebutuhan pangan lokal. Salah satu yang dikembangkan adalah budidaya bawang merah, hasil kolaborasi antara Dana Desa dan BUMDesa.

Soal transparansi anggaran, Desa Jatirenggo juga patut diacungi jempol. Informasi penggunaan Dana Desa disampaikan secara terbuka melalui papan pengumuman di kantor desa, media sosial, serta musyawarah warga yang melibatkan banyak pihak.

“Kami berupaya mengintegrasikan nilai gotong royong dan kearifan lokal dalam setiap program sosial, ekonomi, hingga peningkatan gizi masyarakat,” tambah Deasy.

Berbagai program desa mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kaum muda aktif memanfaatkan aplikasi JALANTOL, sementara warga lanjut usia mendapat pendampingan agar tetap terlibat dalam proses pembangunan desa.

“Kami bersyukur karena warga sangat antusias—baik saat pelatihan, perencanaan, maupun pelaporan. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kekuatan utama kami,” tutur Deasy.

Sebagai inspirasi bagi desa-desa lain, Deasy menyampaikan bahwa menjadi Desa Berdaya bukan soal mengikuti tren, melainkan berani mengambil langkah berbeda dan fokus pada dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga.