DesaNews

Dinas PU SDA Lamongan Fokus Pemeliharaan Kali Desa demi Kelancaran Irigasi

×

Dinas PU SDA Lamongan Fokus Pemeliharaan Kali Desa demi Kelancaran Irigasi

Sebarkan artikel ini
Dinas PU SDA Lamongan Fokus Pemeliharaan Kali Desa demi Kelancaran Irigasi
Dinas PU SDA Lamongan fokus pemeliharaan kali desa demi kelancaran irigasi. (Radar Lamongan/Anjar D. Pradipta).

Mahasiswa Lamongan – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan terus mengintensifkan kegiatan pemeliharaan sungai dan jaringan irigasi guna memastikan kelancaran aliran pembuangan dari wilayah hulu hingga hilir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU SDA Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menuturkan bahwa pemeliharaan ini dilakukan secara rutin, terutama pada sungai-sungai di kawasan kota.

“Khusus untuk kali kota, setiap ada kotoran langsung dibersihkan, dan bila ditemukan sedimen, langsung dilakukan pengerukan,” ujarnya.

Namun, saat ini, pihaknya tengah mengalihkan fokus utama ke pemeliharaan kali desa yang jumlahnya cukup banyak. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena pelaksanaannya belum bisa maksimal secara menyeluruh.

“Kami kini konsentrasi pada kali desa agar proses pembuangan air bisa berjalan baik, serta distribusi ke area persawahan kembali normal,” imbuh Erwin.

Kegiatan pemeliharaan tersebut meliputi pengerukan dasar sungai hingga perbaikan plengsengan. Untuk skala pemeliharaan yang lebih besar, saat ini diarahkan ke wilayah Kedungpring, tepatnya di kali pembuangan Waduk Prijetan.

Namun, penanganan kali ini berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sehingga peran pemerintah daerah sebatas mendukung dan melakukan koordinasi.

Beberapa sungai lain seperti yang berada di Kecamatan Deket juga menjadi perhatian. Letaknya yang lebih rendah dari jalan raya membuat wilayah ini rawan terdampak luapan air saat debit meningkat. Meski demikian, kali tersebut juga termasuk kewenangan BBWS, sehingga untuk kegiatan pemeliharaan harus diajukan terlebih dahulu.

“Untuk Deket, sifatnya hanya sementara karena biasanya air kiriman dan cepat surut. Perhatian utama justru tertuju ke Blawi, dan sejak tahun lalu sudah mulai dilakukan penanganan,” jelasnya.

Kali Blawi menjadi muara dari aliran air yang berasal dari Kalitengah, Turi, Karangbinangun, hingga Glagah. Oleh karena itu, berbagai langkah perbaikan terus dilakukan, termasuk pengerukan bila diperlukan. Meski begitu, ada kendala berupa tingginya debit air saat ini.

“Untuk sementara, kami hanya bisa membersihkan tanaman liar seperti enceng gondok, dan memastikan aliran air tetap lancar,” tutup Erwin.