News

DP3A Lamongan Gandeng Polres dan Organisasi Masyarakat untuk Tekan Kasus Bullying

×

DP3A Lamongan Gandeng Polres dan Organisasi Masyarakat untuk Tekan Kasus Bullying

Sebarkan artikel ini
DP3A Lamongan Gandeng Polres dan Organisasi Masyarakat untuk Tekan Kasus Bullying
Ilustrasi perundungan. DP3A Lamongan gandeng Polres dan Organisasi Masyarakat untuk tekan kasus bullying. (pexels.com/Mikhail Nilov).

Mahasiswa Lamongan – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3A) Lamongan, Umuronah, menegaskan bahwa meningkatnya kasus bullying saat ini menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani, terutama karena banyak terjadi pada anak-anak.

Ia menyebutkan, bullying tidak hanya menimbulkan stres, tetapi juga dapat menghancurkan karakter, mematahkan cita-cita, bahkan dalam kasus tertentu berujung pada kematian korban.

“Kasus bullying memerlukan perhatian khusus, terutama bagi anak-anak. Dampaknya sangat luar biasa, bahkan bisa sampai kematian. Selain menimbulkan stres, ia bisa membunuh karakter, membunuh cita-cita, dan segalanya,” ujar Umuronah, Jumat (21/11/2025).

Untuk itu, ia menekankan perlunya meningkatkan komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait demi memperkuat penanganan kasus yang melibatkan anak.

Umuronah juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pertemuan bersama Polres Lamongan untuk membahas lebih jauh terkait penanganan kasus-kasus anak. “Saya mendapatkan undangan di Polres, di UPT Perlindungan Anak Polres, terkait penanganan kasus-kasus pada anak,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen, DP3A Lamongan akan mengintensifkan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat. Program tersebut menyasar pondok pesantren, sekolah, serta komunitas melalui organisasi seperti PKK, Fatayat, Aisyiyah, dan kelompok pemuda.

“DP3A akan berusaha meningkatkan sosialisasi, utamanya menyasar pondok, sekolah, dan masyarakat. Kita akan bergerak melalui PKK, Fatayat, Aisyiyah, pemuda-pemuda, dan kita juga akan turun langsung ke pondok pesantren,” jelasnya.

Ia tidak menampik bahwa kasus bullying di sekolah-sekolah Lamongan masih ditemukan. Namun, ia memastikan seluruh kasus tersebut sudah mendapat penanganan yang baik.

“Di Lamongan memang ada, tetapi Insyaallah sudah tertangani dengan baik,” ujarnya.

Umuronah berharap, tidak ada lagi kejadian bullying baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat, mengingat dampaknya yang sangat besar bagi tumbuh kembang anak.

“Anak adalah harapan bangsa untuk menciptakan generasi emas di masa mendatang. Anak adalah yang akan melanjutkan perjuangan kita,” pungkasnya.