Kegiatan

DWP Lamongan Bagikan 200 Paket Takjil Gratis Setiap Sore Selama Ramadan

×

DWP Lamongan Bagikan 200 Paket Takjil Gratis Setiap Sore Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini
DWP Lamongan Bagikan 200 Paket Takjil Gratis Setiap Sore Selama Ramadan
Antusias masyarakat saat pembagian takjil oleh DWP Lamongan, Senin (03/03/2025). (Dok. istimewa).

Mahasiswa Lamongan – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lamongan mengadakan kegiatan sedekah takjil setiap sore menjelang buka puasa. Kegiatan ini dilakukan di depan guest house Jalan Ahmad Yani.

Sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada masyarakat dan selalu habis dalam hitungan menit. Masyarakat bahkan antre dengan antusias. Mereka rela menunggu sejak sore hari di depan Pendopo Lokatantra untuk mendapatkan bagian takjil yang disediakan oleh DWP Lamongan.

DWP Lamongan berusaha untuk terus membagikan takjil gratis setiap hari selama bulan Ramadan. Takjil yang dibagikan biasanya memiliki menu yang berbeda setiap harinya.

Terlihat sebelum pembagian takjil, para warga yang antusias menunggu dan berdesak-desakan di depan pintu gerbang. Begitu pintu gerbang dibuka oleh petugas, masyarakat mulai berdatangan, dari tukang becak, ibu-ibu, hingga warga yang kebetulan lewat, langsung menyerbu 200 paket takjil tersebut.

Bahkan, saat pembagian, beberapa ibu-ibu yang hadir membawa anaknya yang masih balita. Meskipun masyarakat yang mengantre takjil setiap hari berdesak-desakan, sejauh ini masih dalam kondisi tertib dan bisa dikendalikan. Paket takjil yang disediakan panitia pada Senin (03/03/2025) terdiri dari mi instan dan nasi.

Izzi Anindita, anggota DWP Lamongan, mengatakan bahwa kegiatan bagi-bagi takjil ini rutin digelar oleh DWP Lamongan selama bulan Ramadan. Mereka juga mengupayakan agar paket takjil yang dibagikan setiap harinya memiliki menu yang berbeda.

“Pembagian takjil ini akan dilakukan hingga mendekati Lebaran nanti,” kata Izzi, Senin (03/03/2025) sore.

Seorang warga yang berprofesi sebagai tukang becak bernama Roziq mengaku senang dengan kegiatan pembagian takjil ini.

“Kami senang setiap hari mendapat takjil untuk berbuka puasa, karena kalau pulang terlalu jauh, sementara saya harus setiap hari menunggu penumpang di kota,” kata Roziq.

Dengan adanya kegiatan positif ini, ia dan tukang becak lainnya mengaku bersyukur karena bisa mengurangi biaya untuk makan.