KampusPrestasi

IPB University Borong Empat Penghargaan di Ajang Bakti Champions Movement 2025

×

IPB University Borong Empat Penghargaan di Ajang Bakti Champions Movement 2025

Sebarkan artikel ini
IPB University Borong Empat Penghargaan di Ajang Bakti Champions Movement 2025
IPB University raih penghargaan di ajang Bakti Champions Movement 2025. (Humas/IPB).

Mahasiswa Lamongan – IPB University kembali mencatatkan prestasi membanggakan dalam ajang Bakti Champions Movement 2025 yang digelar oleh Bakti BCA pada 10–13 November di BCA Learning Institute.

Pada kompetisi tersebut, tim IPB University berhasil mendapat predikat The 1st Best Bakti Champion of the Year setelah meraih empat penghargaan sekaligus, yakni National Summit Delegate, Bakti Champion Ambassador, Juara 1 Community Empowerment Project, serta Best Performance.

Salah satu delegasi yang ikut mengharumkan nama kampus adalah Ivana Destya Treeocta Fernandez, mahasiswa Program Studi Meteorologi Terapan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University.

Ivana tergabung dalam Tim F2, yang mengembangkan sebuah alat berbasis internet of things (IoT) untuk membantu pencatatan transaksi dan stok bagi pelaku UMKM Roti Maryam Aisyah.

Ivana menjelaskan bahwa program tersebut bermula dari keinginan untuk mendukung UMKM di sekitar Kampus IPB Dramaga. Mitra yang mereka dampingi merupakan penjual roti maryam dengan keterbatasan pendengaran.

“Karena itu kami membuat alat sederhana berbasis IoT agar pencatatan transaksi bisa berjalan otomatis dan lebih efisien,” tutur Ivana.

Ia menambahkan bahwa proses inovasi itu memberikan banyak pengalaman berharga, baik dalam aspek teknis maupun sosial.

“Kami belajar bahasa isyarat agar bisa berkomunikasi dengan mitra, sekaligus mengenalkan pentingnya literasi keuangan. Kami ingin program ini tidak hanya menghasilkan alat, tetapi juga memberi dampak pemberdayaan bagi manusianya,” ujarnya.

Keberhasilan tim juga didukung oleh kerja sama lintas disiplin. Anggotanya berasal dari berbagai jurusan, mulai dari kehutanan, perikanan, statistika, hingga ilmu sosial.

“Kami hanya bisa bekerja bersama di akhir pekan dan sering lembur sampai larut malam. Semua proses kami tangani sendiri, dari merakit alat hingga melakukan uji coba langsung di lapangan,” jelas Ivana.

Menurut Ivana, mengikuti program Bakti BCA membuka pandangan baru mengenai peran mahasiswa dalam pembangunan sosial. “Program ini memberi ruang untuk menerapkan ilmu sembari menumbuhkan empati dan kepemimpinan sosial,” ungkapnya.

Bagi Ivana, capaian ini bukan akhir, melainkan awal dari kontribusi yang lebih luas. Ia berharap inovasi sederhana yang lahir dari gerakan mahasiswa dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin karya ini bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk ikut bergerak. Saat kita belajar di kampus, jangan lupa melihat sekitar, karena banyak kebutuhan dan potensi yang bisa kita bantu,” tutupnya.