News

Jumlah Penerima Manfaat Program MBG di Lamongan Terus Bertambah

×

Jumlah Penerima Manfaat Program MBG di Lamongan Terus Bertambah

Sebarkan artikel ini
Jumlah Penerima Manfaat Program MBG di Lamongan Terus Bertambah
Program MBG Lamongan. (Dok. Radar Lamongan).

Mahasiswa Lamongan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lamongan terus menunjukkan perkembangan positif. Meski belum mencakup seluruh siswa, pelaksanaannya kini hampir merata di semua kecamatan.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lamongan, Agustina Nurul Hardian, menyampaikan bahwa saat ini sudah ada 11 titik dapur umum yang menjadi penyedia MBG di berbagai kecamatan. Bertambahnya jumlah dapur ini otomatis berdampak pada meningkatnya jumlah siswa yang menerima manfaat program tersebut.

“Jenis dapur umum yang menjadi mitra sudah dinilai layak. Karena jumlah dapur bertambah, penerima manfaatnya pun ikut meningkat,” ujar Agustina.

Ia merinci bahwa Lamongan memiliki lima dapur mitra, yakni di Sidokumpul dengan 3.543 porsi, Made sebanyak 3.434 porsi, Tanjung 3.149 porsi, Jetis 3.343 porsi, dan Sukomulyo dengan 2.834 porsi.

Selain itu, terdapat pula dapur umum milik SPPG di German, Kecamatan Sugio sebanyak 3.442 porsi, Jubel Kidul, Kecamatan Sugio 3.094 porsi, Plaosan, Kecamatan Babat 3.672 porsi, Lopang, Kecamatan Kembangbahu 3.269 porsi, serta SPPG Sunan Drajat 1 dan 2 di Kecamatan Paciran.

Agustina menegaskan bahwa penentuan mitra dapur umum merupakan wewenang dari pemerintah pusat, termasuk proses verifikasinya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan program MBG di Lamongan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan jumlah sasaran yang ada. Saat ini, siswa dari semua jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA sudah mulai menerima program ini, meskipun belum seluruhnya merata.

“Ke depan, jumlah penerima akan terus ditambah seiring dengan verifikasi dapur umum lainnya. Karena idealnya, satu dapur umum harus bisa melayani 3.500 porsi,” jelasnya.

Agustina memastikan bahwa pelaksanaan MBG di Lamongan selama ini berjalan dengan baik. Setiap menu makanan yang disalurkan telah melewati takaran dan standar gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.