Mahasiswa Lamongan – Sebuah kafe yang berlokasi di Desa Karangkembang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, mengalami kebakaran pada Minggu (09/02/2025), sekitar pukul 03.40 WIB. Kebakaran yang terjadi pada dini hari tersebut mengejutkan warga sekitar.
Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera memadamkan si jago merah. Meskipun upaya pemadaman telah dilakukan secara intensif, sebagian besar bangunan tetap ludes terbakar. Petugas baru berhasil memadamkan api sekitar pukul 05.00 WIB.
Diketahui, bangunan yang terbakar tersebut bukan hanya difungsikan sebagai kafe, tetapi juga homestay, yang mana pemilik tempat itu adalah seorang warga Surabaya.
Menurut kesaksian salah satu warga bernama Lusiana Fatimah. Ia sedang memasak mi pada dini hari tersebut di dapur rumahnya. Kemudian, ia mendengar suara tandon air penuh. Saat keluar, ia melihat api sudah membumbung tinggi.
Dugaan sementara, kebakaran kafe dan homestay di Lamongan terjadi akibat korsleting listrik di lantai dua bangunan tersebut. Anggota Polres Lamongan langsung melakukan penyelidikan begitu tiba di lokasi kejadian.
“Dugaan awal karena korsleting listrik di lantai dua,” tegas Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Muhammad Hamzaid.
Dalam insiden ini, dilaporkan tiga orang meninggal dunia. Namun, sampai saat ini, identitas mereka masih belum diketahui. Ketiga jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Umum dr. Sugiri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini, pihak kepolisian Lamongan tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Mereka juga sedang melakukan identifikasi terhadap tiga korban yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Sampai saat ini masih belum diketahui, Bid Labfor dan Biddokkes masih melakukan identifikasi. Belum ada hasilnya,” ujar Hamzaid, pada Senin (10/02/2025).
Sebelumnya, di lokasi kejadian ditemukan sebuah kartu identitas atas nama Devi Nuraeni (22), warga asal Pemalang, Jawa Tengah. Meskipun demikian, Hamzaid belum dapat memastikan apakah kartu tersebut milik salah satu korban. Ia meminta agar media menunggu perkembangan proses identifikasi hingga hasil resmi diumumkan.











