Kegiatan

KOMUNAL, Komunitas Arsitek Muda Lamongan untuk Bangkitkan Identitas Lokal

×

KOMUNAL, Komunitas Arsitek Muda Lamongan untuk Bangkitkan Identitas Lokal

Sebarkan artikel ini
KOMUNAL, Komunitas Arsitek Muda Lamongan untuk Bangkitkan Identitas Lokal
KOMUNAL, Komunitas Arsitek Muda Lamongan untuk bangkitkan identitas lokal. (instagram.com/komunal.megilan).

Mahasiswa Lamongan – Sejumlah arsitek muda di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, secara resmi membentuk Komunitas Arsitek Lamongan (KOMUNAL). Komunitas ini menjadi wadah kolaboratif untuk mengembangkan arsitektur lokal di tengah pesatnya pembangunan di daerah tersebut.

Ketua KOMUNAL, Arif Rahmad Hakim, mengungkapkan bahwa pembentukan komunitas ini bermula dari kegelisahan para arsitek muda Lamongan atas kurangnya ruang untuk mengeksplorasi arsitektur berbasis nilai lokal di Lamongan.

“Kami ingin menyatukan gagasan, pengalaman, dan semangat untuk menghadirkan Lamongan yang lebih berkarakter. Arsitektur merupakan bagian dari identitas yang harus dijaga dan dihidupkan kembali,” ujar Arif dilansir dari Antara, Minggu (15/06/2025).

Ia menambahkan, KOMUNAL hadir sebagai ruang diskusi terbuka, tempat bertukar ide, serta memperkuat literasi arsitektur baik di kalangan profesional maupun masyarakat umum.

“Kami ingin berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku bisnis, dan institusi pendidikan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan sesuai konteks lokal,” jelasnya.

Menurut Arif, berbagai elemen sejarah seperti Candi Pataan, Masjid Sendang Duwur, Tugu Paduraksa, hingga Stadion Surajaya menjadi sumber inspirasi dalam menggali dan menonjolkan kembali karakter arsitektur khas Lamongan.

“Ini lebih dari sekadar komunitas arsitek. Ini adalah gerakan intelektual yang bertujuan mengangkat kembali arsitektur Lamongan dalam semangat kekinian,” tambahnya.

Dalam kegiatan pembentukan KOMUNAL tersebut, hadir sebanyak 90 anggota, termasuk Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur, perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, serta puluhan arsitek, mahasiswa, dan seniman.

Rangkaian acara yang digelar meliputi peresmian komunitas, diskusi kelompok terarah, dan pameran karya arsitektur yang menampilkan nilai-nilai lokalitas dan inovasi.