Kampus

Lewat MoU, Unisda dan DMI Jawa Timur Perkuat Standarisasi Pembangunan Masjid di Jatim

×

Lewat MoU, Unisda dan DMI Jawa Timur Perkuat Standarisasi Pembangunan Masjid di Jatim

Sebarkan artikel ini
Lewat MoU, Unisda dan DMI Jawa Timur Perkuat Standarisasi Pembangunan Masjid di Jatim
Unisda dan DMI Jawa Timur bekerja sama untuk perkuat standarisasi pembangunan masjid di Jatim. (Dok. istimewa).

Mahasiswa Lamongan – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan resmi memperkuat sinergi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Kesepakatan tersebut dipastikan pada gelaran Masjid Award 2025 yang berlangsung di Gedung Islamic Center Surabaya, Jumat (05/12/2025). Kerja sama ini menjadi komitmen bersama dalam standarisasi serta pembinaan pembangunan masjid di wilayah Jawa Timur.

Rektor Unisda, Hafidh Nashrullah, menegaskan bahwa kampusnya siap mengambil peran strategis dalam pendampingan teknis dan konsultasi arsitektur melalui dua program studi andalan, yakni Teknik Sipil dan Arsitektur.

Menurutnya, kesiapan tersebut didukung oleh pengalaman nyata Unisda dalam pembangunan Masjid Sofyan Abdul Wahab—masjid kampus yang baru diresmikan sepekan sebelumnya.

“Masjid itu menjadi bukti kemampuan Unisda merancang dan membangun fasilitas ibadah yang representatif serta dapat menjadi acuan standar arsitektur masjid modern,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari MoU tersebut, Unisda juga berkomitmen melakukan pendampingan dan audit infrastruktur masjid sesuai kesepakatan dengan PW DMI Jawa Timur. Hafidh menyebut langkah itu merupakan bentuk nyata pengabdian kampus dalam memperkuat kelembagaan keumatan di Jawa Timur.

Pada penyelenggaraan Masjid Award 2025, sejumlah lembaga dan tokoh turut terlibat, di antaranya Kanwil BPN Jawa Timur, ITS, Unisda, serta para penggerak pembangunan masjid di provinsi tersebut.

Dengan kapasitas akademik dan rekam jejak yang terbukti, Unisda Lamongan menyatakan kesiapannya menjadi mitra strategis dalam peningkatan kualitas pembangunan masjid serta tata kelolanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa turut mendorong takmir masjid untuk mengembangkan dakwah berbasis pemberdayaan ekonomi. Ia mencontohkan sejumlah program produktif seperti budidaya lele ekspor, pengelolaan sapi perah, dan bentuk kegiatan ekonomi lainnya.

Hafidh menjelaskan bahwa Takmir Masjid Sofyan Abdul Wahab Unisda akan merespons peluang tersebut secara proaktif sebagai upaya memperkuat dakwah kampus.