Desa

Mahasiswa KKN ITBAD Hadirkan Paster, Ubah Enceng Gondok Jadi Pakan Ternak

×

Mahasiswa KKN ITBAD Hadirkan Paster, Ubah Enceng Gondok Jadi Pakan Ternak

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN ITBAD Hadirkan Paster, Ubah Enceng Gondok Jadi Pakan Ternak
Mahasiswa KKN ITBAD. (pwmu.co/Sutaqwim).

Mahasiswa Lamongan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 02 Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITBAD) Lamongan menghadirkan sebuah inovasi teknologi tepat guna yang diberi nama Paster (Pencacah Pakan Ternak Efisien dan Ramah Lingkungan).

Alat tersebut diperkenalkan kepada masyarakat Desa Rayunggumuk, Kecamatan Glagah, Lamongan, pada Minggu (24/08/2025). Inovasi ini dirancang untuk mengolah enceng gondok—gulma air yang selama ini dikenal merusak ekosistem perairan—menjadi pakan ternak alternatif yang lebih murah dan bergizi.

Enceng gondok yang kerap menutupi permukaan sungai, waduk, hingga rawa, bukan hanya mengganggu aliran air, tetapi juga menurunkan kualitas lingkungan perairan.

Sutaqwim, salah satu anggota tim KKN ITBAD, menjelaskan bahwa hadirnya Paster diharapkan bisa menjadi solusi dua arah, yakni membantu peternak menekan biaya produksi sekaligus mengurangi dampak negatif penumpukan enceng gondok.

“Tujuan kami mengembangkan alat ini adalah agar peternak bisa lebih hemat biaya pakan, sekaligus mengurangi masalah enceng gondok yang banyak menumpuk di perairan,” tuturnya.

Paster dilengkapi mekanisme pencacah modern yang mampu menghaluskan enceng gondok sehingga mudah dicampurkan dengan bahan pakan lain. Hasil cacahan lebih cepat dicerna ternak, menjadikan pemberian pakan lebih efisien sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial yang harganya terus meningkat.

Bagi peternak, pakan merupakan komponen biaya terbesar, bisa mencapai 60–70 persen dari total biaya produksi. Oleh karena itu, hadirnya Paster memberi manfaat nyata. Sutaji, salah satu peternak yang telah mencoba alat ini, mengaku sangat terbantu.

“Biasanya kami mengeluarkan biaya cukup besar untuk membeli pakan. Tetapi dengan adanya Paster, enceng gondok bisa dimanfaatkan jadi alternatif pakan yang lebih murah. Tentu sangat membantu kami sebagai peternak,” ungkapnya.

Selain menekan biaya, inovasi ini juga memberi nilai tambah lingkungan. Enceng gondok yang semula menjadi masalah kini bisa dimanfaatkan, sehingga keberadaannya di perairan berkurang signifikan.

Kepala Desa Rayunggumuk, Fuad, menyambut baik teknologi tepat guna tersebut. Menurutnya, Paster bukan hanya meringankan beban peternak, tetapi juga berdampak positif bagi lingkungan.

“Kami sangat mendukung hadirnya teknologi seperti Paster. Selain membantu warga menekan biaya produksi, juga bermanfaat mengurangi enceng gondok yang selama ini menjadi masalah di desa,” ujarnya.

Mahasiswa KKN ITBAD berharap alat ini bisa diterapkan lebih luas, tidak hanya untuk peternak perorangan, tetapi juga kelompok usaha ternak. Dengan dukungan pemerintah desa, dinas terkait, dan lembaga pendidikan, Paster berpotensi menjadi teknologi tepat guna unggulan yang mendukung ketahanan pangan, kemandirian peternak, sekaligus kelestarian lingkungan.

“Semoga kehadiran Paster tidak hanya membantu peternak menekan biaya pakan, tetapi juga menjadi inspirasi dalam memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan solusi berkelanjutan,” pungkas perwakilan KKN 02 ITBAD.