Prestasi

Mahasiswa UM Bandung Sabet Penghargaan Best Article di Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia

×

Mahasiswa UM Bandung Sabet Penghargaan Best Article di Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UM Bandung Sabet Penghargaan Best Article di Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia
Tiga mahasiswa UM Bandung yang meraih penghargaan Best Article di Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia ke-9 tahun 2025 (Dok. UM Bandung)

Mahasiswa Lamongan – Karya ilmiah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung telah meraih penghargaan Best Article dalam ajang Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia ke-9 tahun 2025.

Tiga mahasiswa yang terlibat berasal dari Program Studi Psikologi, dan di antaranya adalah Shidqi Rafially, Saeful Rachman, dan Alvira Andrea Jati. Mereka mewakili kampus dalam konferensi yang berlangsung di Universitas Prof Dr Hamka (Uhamka), Jakarta.

Saeful Rachman, ketua tim mahasiswa psikologi UM Bandung, turut membagikan perjalanan atas prestasi ini. Ia menyampaikan bahwa mereka sempat terlambat mendaftarkan diri pada perlombaan serupa di kampus lain. Oleh karena itu, setelah mendapat kabar tentang Konferensi Nasional Peneliti Muda Psikologi Indonesia pada awal April 2025, ketiganya mendaftar tanpa ragu.

“Jadi, awalnya setelah terlambat mendaftar mengikuti lomba, kami mendapat informasi ajang serupa di Uhamka yang formatnya juga mirip. Sehingga, langsung daftar,” ujar Saeful Rochman saat ditemui di UM Bandung, Senin (19/05/2025).

Ajang lomba karya ilmiah di Uhamka Jakarta itu menjadi kesempatan yang tak ingin mereka lewatkan. Usai mendaftar, ketiganya langsung menyusun karya tulis tersebut di bawah bimbingan dosen Program Studi Psikologi UM Bandung.

Selain itu, Saeful mengungkap bahwa proses penulisan, pengumpulan, hingga presentasi berlangsung relatif cepat. Saeful dan dua kawannya mengumpulkan karya tulis mereka pada 20 April 2025 dan mendapatkan jadwal presentasi pada 25 April 2025.

Karya ilmiah mereka mengusung judul “Peran Moderasi Koping Religius Positif terhadap Hubungan antara Penggunaan Internet Bermasalah dan Kesehatan Mental”. Pada karya tulis itu, mereka membahas mengenai coping positif dari fenomena problematic internet use yang berdampak pada penurunan kesehatan mental.

Coping positif berbasis agama seperti zikir, salat, dan ibadah lainnya ternyata tidak terbukti efektif dan relevan mengatasi kecanduan internet dan gangguan mental. Hal ini sehubungan dengan tingkat religiusitas setiap orang yang berbeda-beda.

“Solusinya harus disesuaikan keyakinan pribadi masing-masing. Sejauh mana seseorang menempatkan agama sebagai sumber dukungan interpersonal berperan dalam menentukan apakah yang bersangkutan menggunakan religious coping,” pungkasnya.