Mahasiswa Lamongan – Tiga mahasiswa Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan sukses melaju ke ajang KMI Expo XVI 2025 di Universitas Tidar (Untidar) Magelang. Mereka membawa inovasi produk edukatif bernama Budedarse (Busur Derajat dan Persentase).
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Ajeng Kurnia Sari dan Dinda Khusnul Khotimah dari Prodi Pendidikan Matematika serta Malikhatus Sa’adah dari Prodi Manajemen.
Ketiganya tergabung dalam Kelompok Usaha Mahasiswa Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Unisda, yang fokus mengembangkan solusi praktis untuk meningkatkan literasi numerasi sekaligus memberikan manfaat bagi pelaku usaha lokal.
Ajeng menjelaskan bahwa Budedarse merupakan alat pembelajaran yang menggabungkan konsep pendidikan matematika dengan pemberdayaan UMKM.
“Budedarse dirancang sebagai alat bantu belajar yang lebih fungsional dan aplikatif. Produk ini bisa dipakai di sekolah maupun pelatihan UMKM untuk memudahkan penghitungan sudut, persentase, hingga analisis sederhana dalam proses produksi atau pemasaran,” ungkapnya, Kamis (20/11/2025).
Dalam gelaran KMI Expo yang berlangsung pada 19–21 November 2025 tersebut, tim Unisda memaparkan pengembangan produk mulai dari tahap ide, riset kebutuhan pengguna, desain, hingga strategi bisnis berkelanjutan. Pendekatan yang mereka tampilkan dinilai konsisten, terukur, dan menunjukkan kesiapan produk untuk masuk ke pasar pendidikan maupun UMKM.
Dosen pendamping, Dr. Khotimatus Sholikhah, menyebut inovasi tersebut sebagai bukti bahwa kreativitas mahasiswa mampu menghadirkan solusi dengan dampak sosial. “Mereka bukan hanya membuat produk, tetapi menawarkan pendekatan baru dalam pembelajaran matematika dan pemberdayaan usaha kecil,” ujarnya.
Dosen pembimbing lainnya, Abdur Rohim, menambahkan bahwa prestasi ini mencerminkan komitmen kampus dalam membangun ekosistem wirausaha di lingkungan mahasiswa. “Saat ini mahasiswa dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan dunia usaha,” tuturnya.
Sementara itu, Koordinator P2MW Unisda, Danar Sofeny, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti kompetisi serupa. “Kami berharap pengalaman ini menjadi pemicu bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan potensi kewirausahaan,” katanya.
KMI Expo sendiri dikenal sebagai wadah penting bagi mahasiswa wirausaha dari seluruh Indonesia untuk menampilkan ide, memperluas jejaring, serta menguji kelayakan inovasi di hadapan para praktisi dan akademisi.











