Mahasiswa Lamongan – Dalam upaya meningkatkan gizi masyarakat sekaligus memberdayakan ekonomi keluarga, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi, menggencarkan program Klunting dengan menyerahkan bantuan berupa 20 ekor ayam petelur lengkap dengan kandang dan pakan untuk dua bulan kepada Panti Asuhan Ar-Rasyid, Senin (10/11/2025).
Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lamongan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta PT Japfa. Program ini tidak hanya menyasar pondok pesantren, tetapi juga keluarga kurang mampu yang memiliki anak balita, serta sejumlah panti asuhan di 35 titik wilayah Lamongan.
Dalam kesempatan tersebut, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa bantuan ayam petelur ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan konsumsi protein hewani di masyarakat, khususnya bagi anak-anak.
“Harapannya, bantuan ini bisa bermanfaat untuk menambah konsumsi protein keluarga, terutama bagi anak-anak balita agar terhindar dari stunting. Selain itu, juga dapat menjadi pembelajaran praktik beternak ayam petelur sebagai bekal keterampilan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus digalakkan di berbagai wilayah Lamongan agar manfaatnya semakin luas dan mampu menciptakan kemandirian pangan berbasis rumah tangga.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofiah Nurhayati, menjelaskan bahwa program Klunting (Ayam Komersial Lamongan untuk Stunting) merupakan bentuk kolaborasi nyata lintas sektor dalam upaya menekan angka stunting melalui pemenuhan gizi protein hewani.
“Program Klunting ini kami rancang bukan hanya sebagai bantuan ternak, tetapi juga sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Penerima bantuan tidak hanya mendapatkan ayam dan kandang, tetapi juga pendampingan teknis, mulai dari cara pemeliharaan, pemberian pakan, pengelolaan kesehatan ayam, hingga pemanfaatan hasil telurnya,” tutur Shofiah.
Ia menambahkan, konsep Klunting ke depan akan dikembangkan secara komunal agar pengelolaannya bisa dilakukan bersama oleh kelompok masyarakat. Dengan sistem tersebut, diharapkan dapat muncul kemandirian dan keberlanjutan program melalui pembentukan kelompok ternak produktif di berbagai wilayah Lamongan.
“Tahun ini program masih dilakukan dalam skala rumah tangga, namun ke depan kita dorong menjadi kandang komunal supaya lebih efisien. Dengan dukungan Baznas, PT Japfa, serta sinergi PKK dan pemerintah daerah, kami optimistis program ini dapat menjadi contoh sukses penanganan stunting berbasis ekonomi dan pangan lokal,” jelasnya.
Ketua Baznas Kabupaten Lamongan, Bambang Eko Muljono, menambahkan bahwa penyaluran bantuan ayam petelur dalam program Klunting merupakan bentuk pemanfaatan dana zakat produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung upaya penurunan angka stunting di Lamongan.
“Target kami adalah membantu masyarakat kurang mampu dalam pemenuhan gizi di satu sisi, dan menambah penghasilan keluarga di sisi lain. Karena selain untuk konsumsi, telur yang tidak digunakan bisa dijual oleh penerima bantuan,” ujar Bambang.
Melalui sinergi antara PKK, Baznas, pemerintah daerah, dan sektor swasta, program ini diharapkan mampu menjadi langkah konkret dalam pencegahan stunting serta peningkatan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Lamongan.











