Mahasiswa Lamongan – Sebanyak 410 mahasiswa baru Universitas PGRI Jombang (UPJB) resmi mengikuti Pengenalan Kegiatan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang berlangsung selama lima hari.
Agenda ini tidak hanya menjadi pintu masuk bagi mahasiswa mengenal dunia kampus, tetapi juga wadah pembekalan mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) serta pentingnya memiliki daya kritis dalam melihat problematika kebangsaan.
Ketua panitia, Banu Wicaksono, menjelaskan bahwa para peserta PKKMB merupakan mahasiswa dari 10 program studi (prodi) yang ada di Universitas PGRI Jombang (UPJB).
“Acara berlangsung lima hari. Kegiatan ini diikuti oleh 410 mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah,” ujar Banu pada Sabtu (13/09/2025).
Tidak hanya menghadirkan dosen internal UPJB, panitia juga mengundang narasumber eksternal dari Polres dan Kodim Jombang untuk memperluas wawasan mahasiswa.
Rektor UPJB, Munawaroh, dalam sambutannya berharap agar mahasiswa baru dapat memahami dinamika perkuliahan dengan baik sekaligus memupuk solidaritas dalam menghadapi tantangan kehidupan kampus.
“PKKMB diharapkan agar mahasiswa baru mampu memahami dinamika perkuliahan dengan baik,” ujarnya.
Munawaroh juga berpesan agar mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga dari pengalaman kehidupan sehari-hari. Hal ini penting agar mereka dapat tumbuh menjadi calon pemimpin bangsa yang memiliki karakter kuat.
Salah satu materi yang menjadi perhatian khusus dalam PKKMB kali ini adalah penguatan pemahaman HAM di kalangan mahasiswa. Materi tersebut disampaikan oleh Mukani, dosen STAI Darussalam Nganjuk, yang menyoroti perkembangan HAM di Indonesia.
“Pengalaman masa lalu terkait penegakan HAM di Indonesia dijadikan pembelajaran yang baik bagi ke depan,” ungkap Mukani.
Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menyosialisasikan nilai-nilai HAM kepada masyarakat. Hal itu bisa dilakukan melalui teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari maupun lewat tulisan yang menggambarkan kondisi riil HAM di Indonesia.
Menurutnya, perjuangan mahasiswa dalam menyuarakan HAM tidak hanya terbatas pada aksi demonstrasi. Menulis juga menjadi cara efektif untuk memberikan perspektif luas mengenai situasi HAM di tanah air.
“Tulisan mahasiswa diharapkan dapat memberikan refleksi yang berwarna, agar Indonesia semakin mantap dalam menegakkan HAM,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, UPJB berharap semangat belajar dan kepedulian terhadap masyarakat dapat terus tumbuh dalam diri mahasiswa baru. Semangat tersebut diharapkan melahirkan generasi muda yang peduli pada hak asasi manusia sekaligus siap memberikan kontribusi positif demi kemajuan bangsa.











