Mahasiswa Lamongan – Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus melangkah lebih jauh menuju kancah global dengan menggandeng Universiti Malaya (UM), Malaysia, sebagai mitra resmi. Universiti Malaya sendiri dikenal sebagai salah satu kampus bergengsi dunia yang menempati peringkat ke-57 dalam QS World University Rankings 2025.
Kolaborasi ini bukan sekadar seremonial penandatanganan kerja sama. Polinema dan UM langsung membuktikan komitmen mereka melalui kegiatan nyata yang memberi dampak langsung bagi sivitas akademika.
Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polinema, Prof. Ir. Ratih Indri Hapsari, menyebut bahwa kerja sama ini sebagai langkah penting untuk masa depan institusi.
“Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat reputasi internasional Polinema sekaligus membuka peluang lebih luas bagi dosen dan mahasiswa untuk tampil di panggung global,” ujarnya dilansir dari beritajatim.com, Kamis (21/08/2025).
Sebagai bukti awal, Polinema sukses menggelar International Guest Lecture bertema “Research Publication and Strategies to Increase Citations”. Kegiatan hybrid yang berlangsung di Gedung AH Polinema itu disambut antusias, dengan diikuti 171 peserta dari kampus utama, PSDKU, hingga mahasiswa internasional dari berbagai negara.
Acara ini menghadirkan dua pakar dari masing-masing institusi. Dari Universiti Malaya, tampil Assoc. Prof. Dr. Norizah Binti Mohd Mustamil dari Faculty of Business and Economics. Sementara dari Polinema, hadir Assoc. Prof. Ir. Ika Noer Syamsiana, yang juga Kepala Laboratorium Otomasi Industri Jurusan Teknik Elektro.
Dalam presentasinya, Dr. Norizah membagikan strategi membangun visibilitas riset, memperluas jejaring, hingga kolaborasi lintas negara guna meningkatkan sitasi. Prof. Ika melengkapi dengan kiat praktis seperti pemilihan jurnal yang tepat hingga pemanfaatan platform digital untuk mengoptimalkan karya ilmiah.
Prof. Ratih menegaskan, kuliah tamu ini hanyalah awal dari rangkaian agenda besar yang akan dijalankan bersama UM. Diskusi intensif dengan delegasi UM, yakni Dr. Norizah dan Dr. Muhamad Faizal bin Zulkifli, telah membuka peluang untuk riset kolaboratif dengan target publikasi di jurnal bereputasi Springer, program mobilitas mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum, hingga proyek pengabdian masyarakat.
“Bulan Oktober nanti kami sudah mulai merancang webinar internasional bersama. Selain itu, nota kesepahaman (MoU/MoA) juga segera difinalisasi usai proses tinjauan internal. Kami sudah bertukar daftar jurnal potensial untuk kolaborasi dan sedang menyiapkan topik riset bersama,” tutur Prof. Ratih menutup penjelasannya.











