Desa

Program Gemerlap Dorong Ekonomi Desa Lamongan Lewat Budidaya Lele

×

Program Gemerlap Dorong Ekonomi Desa Lamongan Lewat Budidaya Lele

Sebarkan artikel ini
Program Gemerlap Dorong Ekonomi Desa Lamongan Lewat Budidaya Lele
Petugas Dinas Perikanan Lamongan meninjau kolam budidaya lele yang menerima bantuan program Gemerlap. (instagram.com/diskan.lamongan).

Mahasiswa Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengembangkan potensi ekonomi pedesaan melalui program unggulan bertajuk Gerakan Membangun Ekonomi Rakyat Lamongan Berbasis Pedesaan (Gemerlap).

Salah satu fokus program Gemerlap adalah menambahkan nilai ekonomi pada produk lokal, seperti ikan lele, yang dinilai mudah dibudidayakan, cepat panen, dan memiliki nilai jual yang tinggi.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lamongan, Naila Maharlika, menjelaskan bahwa ikan lele dipilih karena dapat dikembangkan secara sederhana bahkan di lahan pekarangan rumah.

“Program ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui pendekatan berbasis kelompok, bukan individu,” ujarnya dilansir dari Antara News, Rabu (25/06/2025).

Pada tahun 2025, program Gemerlap menyalurkan bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kepada dua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan), yaitu Pokdakan Sewu Siji yang berlokasi di Desa Sumberkerep, Kecamatan Mantup, serta Pokdakan Mina Sumbersari di Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng.

Setiap kelompok pembudidaya yang terdiri dari sepuluh anggota ini menerima tiga unit kolam terpal berdiameter dua meter. Dalam satu siklus panen yang berlangsung sekitar tiga bulan, satu kolam mampu menghasilkan kurang lebih 75 kilogram ikan lele segar. Dengan harga jual mencapai Rp18.000 per kilogram, total potensi omzet dari ketiga kolam bisa menembus angka lebih dari Rp5 juta.

Tak hanya menjual lele segar, sebagian hasil panen juga diolah menjadi produk bernilai tambah. Salah satunya adalah ikan lele siap masak yang dikemas secara vakum dan dipasarkan dengan harga Rp16.000 per setengah kilogram.

Produk olahan dari Pokdakan Sewu Siji bahkan telah menembus pasar luar daerah dengan dipasok ke tengkulak di Sidoarjo. Sementara itu, Pokdakan Mina Sumbersari memasarkan produknya secara lokal dan melalui platform daring.

Lebih lanjut, Naila menegaskan bahwa program Gemerlap tidak hanya menyasar bantuan sarana produksi, tetapi juga memberikan pendampingan teknis dan manajerial kepada kelompok-kelompok pembudidaya.

“Strategi ini bertujuan untuk membangun ketahanan ekonomi desa dengan memaksimalkan potensi lokal yang dimiliki,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa program Gemerlap sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan menanggulangi kemiskinan melalui pendekatan lokal. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk mendorong kelompok-kelompok agar berkembang, dari tahap produksi menuju hilirisasi.

Ketua Pokdakan Mina Sumbersari, O’on Yeri Wahyudi, mengapresiasi inisiatif ini karena membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

“Dengan memanfaatkan lahan pekarangan, warga bisa beternak lele tanpa perlu lahan besar. Program seperti ini sangat terasa manfaatnya. Warga mendapat tambahan penghasilan dan perekonomian desa ikut bergerak,” katanya.