Mahasiswa Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan di bawah kepemimpinan Bupati Yuhronur Efendi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Tahun ini, Lamongan berhasil meraih Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji dalam Kategori Peningkatan Akses Pendidikan pada ajang detikJatim Awards 2025.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan program Pendidikan Berkualitas dan Gratis (Perintis), yang dinilai mampu memperluas akses pendidikan secara nyata, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta memastikan tidak ada anak Lamongan yang tertinggal karena kendala biaya.
Bupati Yuhronur Efendi menegaskan bahwa Pemkab Lamongan terus menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam mewujudkan visi Kejayaan Lamongan yang Berkelanjutan serta menyongsong Indonesia Emas 2045, meskipun daerah dihadapkan pada keterbatasan sumber daya energi.
Melalui program Perintis, pemerintah daerah berkomitmen menjamin setiap anak Lamongan memperoleh hak pendidikan yang setara tanpa hambatan biaya, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Konsistensi program tersebut tercermin dari pemberian Beasiswa Perintis kepada pelajar berprestasi maupun kurang mampu di seluruh jenjang pendidikan. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 9.134 penerima beasiswa mulai dari jenjang SD sederajat hingga mahasiswa S2 Tahfidz.
Komitmen ini semakin diperkuat oleh Bupati Yuhronur Efendi melalui peningkatan alokasi anggaran dari Rp6,3 miliar menjadi Rp7,5 miliar pada tahun 2025, yang seluruhnya didukung oleh APBD Kabupaten Lamongan.
Dampak nyata dari kebijakan tersebut terlihat pada peningkatan IPM Lamongan, dari 75,29 pada tahun 2023 menjadi 75,90 pada tahun 2024. Sementara itu, indeks pendidikan juga menunjukkan tren positif, naik dari 0,668 menjadi 0,672 pada periode yang sama.
Rata-rata lama sekolah pun meningkat menjadi 8,34 tahun, dengan harapan lama sekolah mencapai 14,02 tahun atau setara lulusan D2. Capaian ini menunjukkan keberhasilan program Perintis dalam memperluas akses dan meningkatkan partisipasi pendidikan di masyarakat.
Tak hanya fokus pada beasiswa, Pemkab Lamongan juga memperkuat akses pendidikan melalui berbagai inovasi strategis, di antaranya program GARDU GETAR DESA (Gerakan Terpadu Pendidikan Desa) yang memperluas akses pendidikan dasar di wilayah pedesaan.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan layanan Kejar Paket A, B, dan C yang menjangkau seluruh pelosok desa, serta inovasi AKSI BIRU (Anak Tidak Sekolah Kembali ke Sekolah Melalui Bakti Insan Guru) untuk memastikan tidak ada anak yang putus sekolah akibat faktor ekonomi.
Serangkaian inovasi tersebut menjadi bukti nyata semangat “tidak boleh ada satu pun anak Lamongan tertinggal dalam pendidikan.” Langkah-langkah ini juga menjadi bagian dari upaya konkret dalam meningkatkan rata-rata lama sekolah dari 8,48 tahun menuju target 13 tahun.
Dengan arah kebijakan yang konsisten, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan, program Perintis yang dicanangkan Pemkab Lamongan layak mendapat predikat sebagai Program Inovasi Pembangunan Terpuji dalam Kategori Peningkatan Akses Pendidikan.
Program ini tidak hanya memberi dampak nyata bagi masyarakat, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam membangun sumber daya manusia Lamongan yang unggul dan berdaya saing.











