News

Ramadan Berkah, Pedagang Kurma di Lamongan Raup Keuntungan

×

Ramadan Berkah, Pedagang Kurma di Lamongan Raup Keuntungan

Sebarkan artikel ini
Ramadan Berkah, Pedagang Kurma di Lamongan Raup Keuntungan
Ilustrasi buah kurma. (SHUTTERSTOCK/BRENT HOFACKER).

Mahasiswa Lamongan – Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang musiman di Lamongan, terutama para pedagang kurma yang mulai merasakan lonjakan permintaan sejak dua hari menjelang bulan puasa 1446 Hijriah.

Di sekitar Pasar Kota Lamongan, para pedagang kurma yang hanya berjualan saat Ramadan ini menyiapkan berbagai jenis kurma untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Salah satu pedagang, Anshori, mengatakan bahwa saat ini terdapat 16 jenis kurma yang dijual untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada para pembeli.

“Teman-teman sesama penjual kurma memberikan pilihan bagi pembeli. Total ada 16 jenis kurma yang kami jual,” kata Anshori, Sabtu (01/03/2025).

Dari berbagai jenis kurma yang tersedia, kurma Palem menjadi yang paling diminati oleh para pembeli. Selain itu, harga kurma yang dijual juga cukup bervariasi, mulai dari Rp 10 ribu per 250 gram untuk kurma Amyrate hingga Rp 75 ribu per 250 gram untuk kurma Ajwa.

Pedagang juga menyediakan kurma dalam berbagai ukuran, mulai dari kemasan kecil 250 gram hingga kiloan. Anshori mengungkapkan bahwa sejak hari pertama puasa, animo masyarakat sudah terlihat meningkat. Dalam sehari, rata-rata ia bisa menjual hingga 10 kilogram kurma.

“Hari pertama puasa sudah menunjukkan geliat pembeli. Alhamdulillah,” ujarnya.

Meski kondisi ekonomi sedang melemah, para pedagang tetap berharap daya beli masyarakat tetap stabil hingga akhir bulan suci Ramadan.

“Semoga semakin banyak pembeli yang datang, terutama menjelang berbuka puasa nanti,” tambah Anshori.

Tak hanya pedagang kurma, penjual makanan khas Ramadan juga berharap mendapatkan berkah di bulan suci ini. Salah satunya adalah Aida (47), pedagang jajanan di Pasar Kota Lamongan.

“Saya tiap Ramadan membuka lapak jajanan. Semoga laris terjual,” harapnya.

Meskipun tidak ada Pasar Ramadan khusus, para pedagang kaki lima tetap optimistis mendapatkan rezeki yang cukup dari meningkatnya permintaan masyarakat akan makanan dan jajanan khas Ramadan.