News

Rumah Warga Kalitengah Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

×

Rumah Warga Kalitengah Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Sebarkan artikel ini
Rumah Warga Kalitengah Ludes Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
Rumah warga Kalitengah ludes terbakar. (Dok. istimewa).

Mahasiswa Lamongan – Sebuah rumah milik Onni Prasetyo Wibowo, warga Dusun Dadungan, Desa Kalitengah, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, habis terbakar pada Kamis (11/12/2025). Insiden kebakaran terjadi ketika pemilik rumah sedang tidak berada di tempat karena pergi ke puskesmas.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, rumah warga Kalitengah yang terbakar tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga yang melihat asap pekat membumbung dari bagian atap rumah.

Warga setempat langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil sebagian lainnya melaporkan insiden tersebut kepada Kepala Desa, yang kemudian diteruskan ke petugas pemadam kebakaran.

Koordinator Damkar Wilayah Lamongan, Suwanto, menjelaskan bahwa laporan kebakaran masuk sekitar pukul 08.18 WIB. Tak berselang lama, satu unit mobil pemadam dikerahkan menuju lokasi dan langsung melakukan penanganan begitu tiba.

“Butuh sekitar 20 menit untuk memadamkan api, lalu dilanjutkan pembasahan guna memastikan tidak ada bara tersisa,” ujar Suwanto.

Meski sebagian besar bangunan rumah hangus, petugas damkar masih berhasil menyelamatkan beberapa barang seperti meja dan kursi. Dua rumah di sisi kanan dan kiri juga berhasil diamankan, sehingga tidak ikut terbakar.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka saat insiden terjadi, karena rumah sedang dalam keadaan kosong dan pemiliknya sedang pergi ke puskesmas.

Suwanto menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dengan estimasi kerugian mencapai Rp110 juta. Ia mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi kebakaran, termasuk pada musim hujan.

“Kalau bepergian, pastikan peralatan listrik dicabut dan kalau perlu matikan KWH meter,” pesannya.

Sebelumnya, insiden kebakaran juga terjadi di Kecamatan Sekaran yang menghanguskan empat rumah, serta satu rumah lainnya di Kecamatan Sugio.