Mahasiswa Lamongan – Insiden tragis terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Futuh, Dusun Sekargeneng, Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, pada Kamis pagi (24/04/2025). Seorang santri berusia 15 tahun, berinisial MRR, meninggal dunia akibat tersengat listrik di area tempat wudhu musala pondok.
Kapolsek Tikung, AKP Anang Purwowidodo, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan para saksi, korban saat itu tengah bersiap untuk melaksanakan salat Duha dan hendak mengambil air wudhu. Ketika MRR memegang besi pembatas area wudhu dengan tangan kanannya, ia tiba-tiba tersengat listrik dan mengalami kejang-kejang.
“Seorang saksi berusaha menyelamatkan dengan mencabut stop kontak yang tersambung ke mixer pengeras suara. Namun, korban sudah terjatuh ke dalam kubangan air wudhu,” terang AKP Anang.
Ketika ditemukan, korban mengenakan seragam batik berwarna hijau, celana panjang putih, serta celana dalam berwarna hitam. Tiga jari tangan kanannya mengalami luka melepuh yang diduga akibat sengatan listrik.
Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Al Futuh segera membawa MRR ke RS Muhammadiyah Kalikapas Lamongan. Namun sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di Unit Gawat Darurat rumah sakit tersebut.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang yang diduga menjadi sumber sengatan listrik, yakni satu unit amplifier, satu unit mixer, dan kabel ground sepanjang tiga meter yang terhubung ke sumber air.











