Mahasiswa Lamongan – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Lamongan resmi mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen Dapur Lamongan dalam menghadirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak hanya bergizi, tetapi juga memenuhi standar kebersihan dan kualitas pangan bagi seluruh penerima manfaat.
SLHS tersebut diperoleh setelah SPPG Dapur Lamongan menjalani proses penilaian ketat dari instansi berwenang. Sejumlah aspek diuji, mulai dari kebersihan peralatan dapur, sterilisasi wadah makanan (ompreng), hingga pemeriksaan bahan baku dan air yang digunakan dalam proses memasak.
Kepala SPPG Dapur Lamongan, Muhammad Bayu Ardian, menjelaskan bahwa proses pengurusan sertifikasi dilakukan secara bertanggung jawab guna memastikan seluruh tahapan pengolahan makanan di Dapur Lamongan sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku.
“Dalam proses sertifikasi SLHS ini, kami melakukan uji kualitas mulai dari kebersihan ompreng, sterilisasi, hingga menu protein ayam dan air yang digunakan untuk memasak. Semuanya kami pastikan sesuai standar higien dan sanitasi,” ujarnya, Kamis (13/11/2025).
Bayu berharap, keberhasilan meraih sertifikasi SLHS ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat, khususnya para penerima manfaat MBG, terhadap kualitas dan keamanan layanan yang diberikan Dapur Lamongan.
“Besar harapan kami dengan adanya sertifikat SLHS ini, penerima manfaat dan masyarakat sekitar semakin yakin bahwa Dapur Lamongan telah memenuhi kriteria higien dan sanitasi yang layak,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa standar yang diterapkan SPPG Dapur Lamongan telah disesuaikan dengan pedoman dari Dinas Kesehatan dan Badan Gizi Nasional (BGN). Dengan demikian, seluruh menu yang disajikan telah melalui proses uji kelayakan yang diakui secara resmi.
“Dengan adanya SLHS ini, kami memiliki dasar bahwa menu yang kami sajikan benar-benar sudah melalui uji higien dan sanitasi,” kata Bayu.
Tak berhenti di situ, Bayu mengungkapkan bahwa SPPG Dapur Lamongan kini tengah memproses sertifikasi halal, yang ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan ke depan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjamin keamanan pangan sekaligus memastikan kepatuhan terhadap standar keagamaan bagi masyarakat muslim.
“Kami juga sedang dalam proses pengurusan sertifikasi halal, yang insyaallah selesai dalam waktu satu bulan ke depan,” tutupnya.











