Desa

TMMD Lamongan ke-124 Resmi Ditutup dengan Pertunjukan Tari

×

TMMD Lamongan ke-124 Resmi Ditutup dengan Pertunjukan Tari

Sebarkan artikel ini
TMMD Lamongan ke-124 Resmi Ditutup dengan Pertunjukan Tari
Penutupan program TMMD Lamongan ke-124. (Dok. istimewa).

Mahasiswa Lamongan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 yang berlangsung selama satu bulan penuh di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, resmi berakhir pada Rabu (04/06/2025). Penutupan kegiatan ini ditandai dengan pertunjukan Tari 7 Kebiasaan Anak Indonesia yang dibawakan oleh 70 penari dari kalangan pendidik PAUD (SPS, KB, dan TK).

Program TMMD kali ini membawa dampak signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam sebulan, Satgas TMMD berhasil menyelesaikan berbagai pembangunan fisik, seperti jalan rabat beton antardesa sepanjang 1 kilometer, saluran irigasi, pembangunan sumur bor, hingga renovasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan meskipun program TMMD telah berakhir. Ia menegaskan, proyek normalisasi waduk dan pengembangan akses jalan ke Desa Manyar telah dikoordinasikan dengan Pemprov Jawa Timur.

“Roh dari TMMD adalah semangat pembangunan bersama yang manfaatnya tidak hanya dirasakan Desa Kebalankulon, tetapi juga desa sekitar. Ini sejalan dengan program pembangunan daerah kita,” jelasnya saat mendampingi Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Ramli dalam penutupan TMMD ke-124.

Brigjen TNI Ramli pun memberikan apresiasi atas kolaborasi apik antara Kodim 0812 Lamongan dan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menyelenggarakan TMMD. Menurutnya, kegiatan rabat beton, pembangunan RTLH, dan saluran irigasi menjadi program yang menonjol di wilayah ini.

“Saluran air yang dibangun bukan hanya bermanfaat bagi warga Kebalankulon, tapi juga bagi wilayah timur desa ini, yang saat musim kemarau sangat membutuhkan,” ujarnya.

TMMD ke-124 di Desa Kebalankulon, Lamongan berhasil menyelesaikan pembangunan rabat beton sepanjang 690,2 meter dengan lebar 4 meter dan tinggi 20 cm. Selain itu, dibangun pula jalan poros desa sepanjang 137,5 meter (lebar 4,5 meter, tinggi 15 cm), 10 unit rumah dan MCK layak huni, serta tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 75 meter.

Pembangunan sarana olahraga serta lima titik irigasi perpompaan (Irpon) juga turut diselesaikan dalam program ini. Tidak hanya aspek fisik, TMMD juga menyasar pemberdayaan masyarakat melalui 28 kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan ketahanan pangan, pelatihan budi daya lele dan pemberian 2.000 ekor benih ikan, sosialisasi pangan terpadu, dan pelayanan izin usaha (NIB).

Brigjen Ramli berharap agar masyarakat turut menjaga dan memelihara hasil pembangunan tersebut agar bisa memberi manfaat jangka panjang, sekaligus membantu menekan angka kemiskinan di daerah.

“Tanpa keterlibatan aktif dari masyarakat, program seperti ini tidak akan berjalan maksimal, meski TNI dan pemerintah sudah turun tangan. Diperlukan kerja sama yang erat demi kemajuan desa,” pungkasnya.