KampusPrestasi

UB Raih Peringkat 1 Nasional untuk Riset Lingkungan dan Kesehatan di QS Sustainability 2026

×

UB Raih Peringkat 1 Nasional untuk Riset Lingkungan dan Kesehatan di QS Sustainability 2026

Sebarkan artikel ini
UB Raih Peringkat 1 Nasional untuk Riset Lingkungan dan Kesehatan di QS Sustainability 2026
UB raih peringkat 1 nasional di QS Sustainability 2026. (Dok. istimewa).

Mahasiswa Lamongan – Dalam rilis resmi QS Sustainability Ranking 2026, Universitas Brawijaya (UB) meraih posisi nomor satu nasional untuk dua indikator penting, yaitu Environmental Research (Riset Lingkungan) serta Health & Wellbeing (Kesehatan dan Kesejahteraan).

Prestasi tersebut bukan hanya mengukuhkan dominasi UB di tingkat nasional, tetapi juga menunjukkan lompatan signifikan di tingkat global. UB mencatat kenaikan skor keseluruhan yang cukup besar dan kini bertengger di peringkat 623 dunia, naik dari posisi 653 pada pemeringkatan sebelumnya.

Peningkatan ini mencerminkan penguatan kinerja universitas dalam isu lingkungan, dampak sosial, dan tata kelola. Berdasarkan data resmi QS Sustainability 2026, capaian global UB dirinci sebagai berikut:

  1. Good Governance: peringkat 215 dari total 2.002 institusi dunia (kategori yang sangat strategis).
  2. Environmental Impact: peringkat 629, mencakup aspek pendidikan, riset, dan keberlanjutan lingkungan.
  3. Social Impact: peringkat 830, meliputi indikator ketersediaan lapangan kerja, kesetaraan, kesehatan, dampak pendidikan, hingga pertukaran pengetahuan.

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai posisi puncak nasional dalam indikator riset lingkungan serta kesehatan dan kesejahteraan adalah bukti bahwa peta jalan akademik UB berjalan sesuai arah.

“Peningkatan posisi UB dari 653 ke 623 dunia membuktikan bahwa program akademik, riset, dan pengabdian masyarakat yang kita dorong selama ini telah memberikan dampak nyata secara internasional,” ujarnya.

Prof. Imam menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika UB dalam menciptakan ekosistem kampus yang adaptif terhadap tantangan global.

“Kami berkomitmen menjadikan UB sebagai pusat keunggulan keberlanjutan yang diakui dunia, bukan sekadar tingkat nasional,” tambahnya.

Kepala UPT Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, juga memaparkan faktor pendorong skor UB yang tinggi. Menurutnya, pencapaian ini tak lepas dari masifnya produktivitas riset lingkungan dan tersedianya fasilitas kampus yang inklusif.

“Universitas berkomitmen menyediakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan inklusif. Program kesehatan, layanan konseling, hingga peningkatan fasilitas keselamatan menjadi faktor penting yang mendorong skor UB meningkat,” jelasnya.

Hendrix menambahkan bahwa kontribusi penelitian dosen dan mahasiswa dalam bidang kesehatan masyarakat dinilai sangat relevan dan memberikan dampak langsung, sehingga menjadi penopang utama nilai UB pada indikator kesehatan.