News

UMLA Dukung Penuh Tiga Finalis Lamongan di Ajang Nasional CRM Award 2025

×

UMLA Dukung Penuh Tiga Finalis Lamongan di Ajang Nasional CRM Award 2025

Sebarkan artikel ini
UMLA Dukung Penuh Tiga Finalis Lamongan di Ajang Nasional CRM Award 2025
UMLA dukung tiga finalis Lamongan di Ajang Nasional CRM Award 2025. (Dok. istimewa).

Mahasiswa Lamongan – Keluarga besar Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) memberikan dukungan penuh kepada tiga finalis dari cabang dan ranting Muhammadiyah Lamongan yang berhasil melaju ke babak final Cabang Ranting Masjid (CRM) Award ke-6 tahun 2025.

Ajang bergengsi tingkat nasional yang digelar oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu akan berlangsung di Banjarmasin pada 13–16 November mendatang.

Berdasarkan SK LPCRPM PP Muhammadiyah Nomor 363/kep/1.15/B/2025, tiga finalis asal Lamongan yang berhasil lolos adalah PCM Brondong, PRM Patihan—Babat, dan PRM Sendangharjo—Brondong.

“Kami memberikan dukungan moral dan motivasi agar para finalis tetap optimis dan bersemangat. Lamongan harus bisa bersinar di tingkat nasional, sejalan dengan tagline Lamongan Megilan dan moto UMLA sebagai Global University,” ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMLA, H. Alifin.

Menurut Alifin, sesuai arahan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki peran penting dalam pembinaan ranting dan cabang. Oleh sebab itu, UMLA turut mendampingi para finalis dalam persiapan menuju lomba nasional tersebut.

“Ini bukan sekadar lomba, tapi bentuk nyata kolaborasi dan pengabdian Muhammadiyah di akar rumput,” tambahnya.

PCM Brondong, yang diwakili oleh Mat Iskan, Chojin, Muslichin, dan Ma’in, melaju ke final dengan karya bertajuk Pengaruh Leadership, Manajemen, dan Tata Kelola SDM terhadap Nilai Dakwah Persyarikatan Muhammadiyah.

Sementara itu, PRM Patihan, Babat yang diwakili oleh Ahmad Ahwan, Khoirum Majid, Alfan Zaini Munir, Budiono, dan Mat Ali, mengangkat program Pendayagunaan Tanah Wakaf untuk Kemaslahatan Umat.

“Kami menyiapkan berkas inventaris tanah wakaf, membuat video profil, hingga menampilkan produk olahan bumbu masak dari Aisyiyah,” ujar Khoirum Majid.

PRM Patihan Babat diketahui mengelola 57 bidang tanah wakaf, di mana sekitar 70 persen sudah produktif dan disewakan untuk kepentingan jamaah. Sisanya digunakan untuk amal usaha pendidikan, pesantren, dan masjid.

“Kami ingin menang bukan semata karena lombanya, tapi agar dakwah dan pelayanan kepada jamaah bisa semakin baik. Hidupilah ranting, karena di sanalah aktualisasi diri dan pengabdian kita kepada Muhammadiyah dan bangsa,” tuturnya.

Adapun PRM Sendangharjo, Brondong, yang diwakili oleh Edi Mulyono dan Agung Fahmi Ulum, mengusung tema Gerakan Ekonomi sebagai Penyangga Utama Dakwah.

“Kami memiliki usaha toko dengan omzet antara Rp10–12 juta per hari. Dari situ kami mampu memberikan berbagai layanan kepada jamaah, seperti mobil sehat gratis, antar jemput siswa gratis, hingga pemberian sembako kepada 50 jamaah setiap bulan,” jelas Edi.

Lamongan sendiri bukanlah pendatang baru di ajang CRM Award. Pada tahun 2017, PCM Babat dan PRM Godog, Laren, sempat meraih predikat Best of The Best. Tahun ini, keduanya kembali diundang untuk memaparkan inovasi lanjutan.

PCM Babat, yang diwakili Ahmad Arif Rahman Saidi, mengusung program Baitul Tamwil Muhammadiyah Mulia dengan aset mencapai Rp60 miliar serta proyek Perumahan Muhammadiyah sebanyak 360 unit.

Sedangkan PRM Godog, yang diwakili Kaniran, menampilkan inovasi bertema Internasionalisasi Muhammadiyah di Kampung Baru Kuala Lumpur serta program kaderisasi melalui Himpunan Siswa dan Mahasiswa Godog (HISMAG) dan pelatihan pemuda Gemati.

Dengan dukungan penuh dari UMLA, para finalis CRM Award 2025 diharapkan dapat mengharumkan nama Lamongan dan Muhammadiyah di kancah nasional melalui karya nyata dan semangat dakwah yang berkelanjutan.