Kampus

Unesa Wakili Asia Tenggara di Simposium Pendidikan Berkelanjutan Global di Jerman

×

Unesa Wakili Asia Tenggara di Simposium Pendidikan Berkelanjutan Global di Jerman

Sebarkan artikel ini
Unesa Wakili Asia Tenggara di Simposium Pendidikan Berkelanjutan Global di Jerman
Unesa wakili Asia Tenggara di forum internasional di Jerman. (Dok. istimewa).

Mahasiswa Lamongan – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara dalam ajang Symposium on Global Sustainability Education: Innovations in Digital & International Teaching yang berlangsung di Hamburg University of Applied Sciences, Jerman, pada 1 Desember 2025.

Forum internasional tersebut memfokuskan pembahasan pada inovasi pendidikan berkelanjutan serta perkembangan transformasi digital.

Wakil Rektor III Unesa, Bambang Sigit Widodo, menegaskan bahwa keikutsertaan kampusnya dalam forum tersebut kembali memperkuat komitmen Unesa terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Unesa terus berkontribusi melalui forum nasional dan internasional,” ujarnya, Selasa (09/12/2025).

Dalam kegiatan itu, dua dosen Unesa, Hendri Prastiyono dan Jauhar Wahyuni, turut mempresentasikan hasil riset mereka terkait pendidikan berkelanjutan dan literasi kecerdasan buatan (AI).

Hendri memaparkan model pentahelix yang menggabungkan peran akademisi, pemerintah, pelaku usaha, media, serta masyarakat untuk memperkuat sistem pendidikan. Penelitiannya melibatkan lebih dari 1.600 responden dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua simposium, Walter Leal, menilai model yang ditawarkan Unesa tersebut sangat relevan untuk mempercepat tercapainya pendidikan berkualitas di negara-negara berkembang.

Sementara itu, Jauhar mempresentasikan riset mengenai literasi AI, kesetaraan gender, dan pendekatan Living Labs yang melibatkan mahasiswa dari lima perguruan tinggi besar di Surabaya.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tingkat literasi AI mahasiswa tergolong tinggi, namun sangat bergantung pada metode pengajaran yang digunakan. Pendekatan Living Labs disebut efektif dalam meningkatkan keterlibatan mahasiswa selama proses pembelajaran.

Akademisi dari Afrika Selatan dan Ukraina juga memberi perhatian pada pendekatan yang dibawa Unesa. Mereka menilai model pendidikan tersebut mampu mendorong inovasi sekaligus memperkuat ekonomi digital yang lebih inklusif.

Partisipasi Unesa dalam forum internasional ini kembali menegaskan peran penting perguruan tinggi dalam mendorong pendidikan berkelanjutan, transformasi digital, serta pembentukan fondasi ekonomi masa depan yang inklusif.