Mahasiswa Lamongan – Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan kini memiliki fasilitas baru bernama Laboratorium Kampus Berdampak, yang resmi dibuka sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Berlokasi di area kampus yang berdampingan langsung dengan Angel Lake, laboratorium ini diharapkan menjadi pusat transformasi akademik sekaligus sosial, baik di lingkungan internal kampus maupun masyarakat luas.
Rektor Unisda, M. Hafidh Nashrullah, menuturkan bahwa pendirian Laboratorium Kampus Berdampak ini merupakan wujud nyata dari semangat Diktisaintek—yakni integrasi antara Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Menurutnya, konsep ini tidak hanya mengandalkan kekuatan intelektual, tetapi juga menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi utama.
“Kita ingin kampus ini tidak sekadar menjadi tempat berpikir, tetapi juga tempat bekerja. Tidak hanya hadir secara fisik, melainkan juga memberi dampak nyata. Penggabungan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kemanusiaan saat ini bukan sekadar gagasan, melainkan sudah menjadi keharusan,” ungkap Hafidh dalam peresmian pada Kamis (10/07/2025).
Laboratorium ini dilengkapi dengan dua gazebo utama yang menjadi pusat aktivitas, yaitu Gazebo Humaniora dan Gazebo Sains. Gazebo Humaniora difungsikan sebagai ruang diskusi dan eksplorasi seputar nilai-nilai budaya, agama, sejarah, hingga filsafat.
Sementara itu, Gazebo Sains diperuntukkan bagi pengembangan ide-ide inovatif di bidang teknologi, sains terapan, dan kecerdasan buatan.
“Dua gazebo ini ibarat dua sisi otak manusia—satu mewakili nilai dan rasa, satunya lagi merepresentasikan logika dan hitungan. Keduanya berdiri berdampingan, bukan untuk saling bersaing, tetapi saling menguatkan,” jelas Hafidh.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa hadirnya Laboratorium Kampus Berdampak menjadi bukti bahwa meskipun Unisda bukan perguruan tinggi berstatus besar, komitmen untuk terus hadir dalam perubahan sosial tetap kuat. Kampus ini berupaya aktif berkontribusi lewat pemikiran kritis, keterlibatan sosial, dan aksi nyata di berbagai bidang.
“Laboratorium ini menjadi bagian dari perjalanan transformasi Unisda menuju kampus yang inklusif, reflektif, dan inovatif. Kita ingin terus menjadi bagian dari gerakan pendidikan nasional yang menjawab tantangan zaman secara relevan,” pungkasnya.











