Mahasiswa Lamongan – Universitas Ma Chung (UMC) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan studi Bahasa Mandarin dan kebudayaan Tiongkok melalui peresmian fasilitas baru bernama Chinese Corner.
Bertempat di lantai 2 Perpustakaan Universitas Ma Chung, fasilitas ini terbuka tak hanya untuk sivitas akademika, tetapi juga masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dalam budaya dan bahasa Tiongkok, hingga mencari peluang studi lanjut ke negara tersebut.
Kepala Unit Perpustakaan Universitas Ma Chung, Bintang Pramudya Putra Prasetya, mengungkapkan bahwa Chinese Corner merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
“Ini adalah salah satu bentuk dukungan terhadap kekhasan Universitas Ma Chung dalam pendidikan Bahasa Mandarin. Kami bersama Konjen RRT berkomitmen memperkenalkan dan melestarikan budaya dari kedua negara,” jelas Bintang dilansir dari beritajatim.com.
Lebih dari sekadar ruang baca, Chinese Corner dihadirkan sebagai pusat literasi sekaligus pertukaran budaya. Fasilitas ini juga dirancang menjadi jembatan awal bagi siapa pun yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Tiongkok.
“Kami siap memberikan informasi dan koneksi bagi yang ingin studi lanjut ke sana,” tambahnya.
Didukung penuh oleh Konjen RRT, Chinese Corner dilengkapi berbagai sumber daya berkualitas mulai dari literatur asli berbahasa Mandarin hingga unit komputer yang didatangkan langsung dari Tiongkok.
Pengunjung dapat mengikuti diskusi buku, menggunakan aplikasi pembelajaran bahasa Mandarin, hingga memanfaatkan layanan penerjemahan dokumen akademik seperti jurnal—meski untuk saat ini masih terbatas bagi kalangan internal UMC.
Tak hanya itu, Chinese Corner juga menyediakan bimbingan khusus bagi mereka yang tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian kemahiran bahasa Mandarin (HSK). Bimbingan ini dipandu langsung oleh dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin yang juga bertugas sebagai pengelola fasilitas.
Antusiasme mahasiswa pun terasa sejak awal peresmian. Augiee, mahasiswa semester 7 dari Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran fasilitas ini.
“Setelah lulus S1, saya ingin lanjut S2 ke luar negeri, dan Tiongkok jadi salah satu tujuan utama saya. Chinese Corner ini sangat relevan, apalagi saya tertarik dengan perkembangan teknologi di sana yang luar biasa cepat,” ungkapnya.
Bagi siapa saja yang ingin mengakses layanan ini, cukup datang langsung ke Perpustakaan Universitas Ma Chung pada jam operasional, yakni pukul 08.30 hingga 16.30 WIB. Konsultasi dan registrasi akan dibantu langsung oleh petugas yang berjaga.











