Mahasiswa Lamongan – Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja lewat penyelenggaraan Career Fair 2025 yang digelar pada 7-8 Agustus 2025 di Kampus UT Surabaya.
Mengusung tema “Kamu Punya Mimpi, Kita Bawa Kesempatannya!”, ajang ini menghadirkan 40 perusahaan dari beragam sektor industri, mulai dari perbankan, teknologi, logistik, hingga kosmetik. Kegiatan berlangsung secara hybrid, yakni offline di Aula Lantai 4 dan Classroom Lantai 3 Kantor UT Surabaya, serta online melalui platform klob.id/careerfairut2025.
Prof. Rahmat Budiman, Wakil Rektor Bidang Akademik UT, menjelaskan bahwa gelaran ini merupakan bentuk nyata tanggung jawab UT untuk menciptakan lulusan yang siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan UT bisa link and match dengan dunia kerja. Ke depan, kegiatan job fair seperti ini akan kami selenggarakan bergilir di 40 kantor cabang UT di seluruh Indonesia,” ujarnya pada Kamis (07/08/2025).
Sebagai bagian dari acara, delapan perusahaan berkesempatan tampil dalam sesi company presentation, memaparkan visi bisnis mereka, budaya kerja, serta posisi strategis yang sedang mereka buka. Selain itu, UT juga mengadakan empat seminar karier dengan topik menarik, mulai dari personal branding, tips seleksi HRD, hingga pembahasan tentang peluang kerja global.
Rahmat juga mengungkapkan data menarik, yakni dari total 672 ribu mahasiswa UT, sebanyak 87 persen sudah bekerja. Kebanyakan dari mereka mengambil kuliah di UT demi meningkatkan karier atau menambah kompetensi. Sedangkan sisanya, sekitar 13 persen yang belum bekerja, terus dipantau melalui tracer study tahunan.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Surabaya, Agus Hebi, yang menilai langkah UT sebagai bentuk kolaborasi nyata antara dunia pendidikan dan pemerintah.
“Ini penting untuk menekan angka pengangguran terbuka di Surabaya, yang tahun lalu masih di angka 4,91 persen,” katanya.
Ia menambahkan bahwa upaya peningkatan pendidikan, termasuk dorongan untuk kuliah di UT yang terkenal terjangkau, juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Surabaya dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Kemarin, saat kami memberikan bantuan ke teman-teman ojek online, kami juga sampaikan bahwa jangan hanya berhenti di lulusan SMA atau SMP. Kalau bisa, lanjut kuliah. Dan kuliah di UT itu cukup murah,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan bisa mewujudkan visi Pemkot Surabaya, yakni satu keluarga, satu sarjana, seperti yang selama ini diimpikan oleh Wali Kota.











