Mahasiswa Lamongan – Aksi membuang sampah sembarangan yang marak terjadi di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, membuat geram warga dan perangkat desa setempat. Mereka kini harus bekerja ekstra keras untuk melacak pelaku yang sering membuang sampah dalam jumlah besar tanpa mempedulikan lingkungan.
Sebagai bentuk upaya menjaga kebersihan desa, warga bersama pemerintah desa rutin menggelar patroli malam hari di sejumlah titik rawan pembuangan sampah ilegal. Tidak hanya itu, mereka juga memasang spanduk sayembara dengan imbalan uang tunai sebagai bentuk stimulan agar warga ikut aktif dalam pengawasan.
Sayembara tersebut menawarkan hadiah sebesar Rp500 ribu bagi siapa pun yang berhasil memergoki pelaku pembuang sampah sembarangan.
“Selain memberikan hadiah bagi warga yang mengetahui, kami juga memberlakukan sanksi kepada pelakunya,” ujar Kepala Desa Bakalanpule, Sukisno, Senin (02/06/2025).
Menurut Sukisno, kegiatan patroli dilakukan secara bergiliran oleh warga dan perangkat desa. Patroli lebih difokuskan pada malam hingga dini hari, karena pada jam-jam tersebut biasanya para pelaku beraksi.
“Malam dan dini hari merupakan waktu paling rawan. Saat itulah sering terjadi pembuangan sampah secara sembunyi-sembunyi,” jelasnya.
Meskipun di berbagai lokasi telah dipasang papan imbauan larangan membuang sampah, namun sejumlah warga tetap nekat membuang sampah di sepanjang jalan desa. Bahkan, Sukisno mengungkapkan bahwa terdapat lima titik yang kerap menjadi lokasi favorit pembuangan sampah sembarangan.
Upaya yang dilakukan melalui patroli dan sayembara mulai membuahkan hasil. Beberapa pelaku berhasil dipergoki dan langsung dikenai sanksi.
“Salah satu pelaku yang tertangkap basah ternyata bukan warga Desa Bakalanpule, melainkan orang dari luar desa,” imbuh Sukisno.
Sebelum dilaksanakan patroli rutin dan sayembara ini, kelima titik di bahu jalan desa tersebut kerap dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga. Sampah-sampah itu sebagian besar dibuang oleh warga luar desa yang melintas di kawasan tersebut.
Dengan kolaborasi antara warga dan pemerintah desa, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan bisa terus meningkat dan pelaku pembuang sampah sembarangan dapat diminimalisir.











