Mahasiswa Lamongan – Ruas jalan Kedungpring – Mantup tepatnya di Desa Sukobendu, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, menjadi sorotan setelah masyarakat setempat melakukan perbaikan secara swadaya.
Jalan yang sudah rusak selama lima tahun tersebut diperbaiki dengan cara menguruk lubang menggunakan bahan deltu atau pedel berbatu. Aksi warga ini sempat viral dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Menurut Irwan, salah satu warga Desa Sukobendu, perbaikan jalan ini dilakukan atas inisiatif masyarakat yang merasa kesal dengan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Dana perbaikan diperoleh dari iuran warga yang terkumpul sebesar Rp 1 juta. Namun, total biaya pembelian pedel mencapai Rp 1,3 juta.
“Kami iuran, uang yang terkumpul Rp 1 juta. Pedelnya habis Rp 1,3 juta. Ini bentuk kepedulian masyarakat,” ujar Irwan, Senin (10/03/2025).
Irwan menambahkan bahwa inisiatif ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan, mengingat kondisi jalan yang berlubang sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Sering terjadi laka (kecelakaan), kasihan pengguna jalan,” tambahnya.
Menanggapi aksi warga, Plt. Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Erwin Setya Pambudi, membenarkan bahwa jalan tersebut merupakan jalan poros kabupaten dan masuk dalam rencana pemeliharaan rutin.
Ia menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya merespons berbagai keluhan masyarakat terkait jalan rusak, tetapi perbaikannya perlu dilakukan secara bertahap.
“Kami berupaya menanggapi berbagai aduan masyarakat. Selasa lalu kami melakukan pemeliharaan di ruas Mantup – Sambeng, lalu Mantup – Tikung, termasuk jalan di Sukobendu. Pemeliharaan dilakukan bertahap,” jelas Erwin.
Meski pemerintah telah memasukkan jalan tersebut dalam rencana perbaikan, aksi swadaya masyarakat ini menunjukkan betapa mendesaknya kondisi jalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.











