Mahasiswa Lamongan – Agenda Zakat Goes To Campus yang digelar Forum Zakat (FOZ) Malang Raya menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi zakat di kalangan mahasiswa sekaligus mendorong sinergi lintas sektor dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Timur.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, mengungkapkan bahwa nilai potensi zakat Indonesia mencapai Rp327,6 triliun per tahun. Namun, angka penghimpunannya saat ini masih berkisar Rp40–41 triliun.
“Kita butuh penguatan tata kelola, peningkatan literasi, serta keterlibatan generasi muda agar potensi ini bisa dimaksimalkan,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Sementara itu, data BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin di Jawa Timur per Maret 2025 mencapai 3,876 juta jiwa atau sekitar 9,5 persen dari total penduduk. Dengan proyeksi populasi 42,09 juta jiwa pada 2025, penduduk yang berada pada desil ekonomi 1–4 diperkirakan mencapai 16,84 juta jiwa atau sekitar 10 juta keluarga. Di antaranya terdapat 2,7 juta perempuan yang berperan sebagai kepala keluarga.
Puguh menekankan bahwa kolaborasi antara lembaga zakat dan NGO sangat dibutuhkan untuk mengatasi persoalan kemiskinan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi. Ia mencontohkan keberhasilan platform sosial digital Kitabisa yang selama sepuluh tahun mampu menghimpun lebih dari Rp5 triliun dari 11 juta donatur.
“Ini bukti bahwa partisipasi publik bisa sangat kuat ketika dikelola secara transparan dan profesional,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi Milenial, Z, dan Alpha dalam gerakan zakat. Menurutnya, kelompok usia tersebut adalah tulang punggung demografi Indonesia sehingga perlu diberikan pemahaman komprehensif mengenai urgensi zakat dan alasan mereka harus terlibat.
“Keterlibatan generasi muda sangat krusial,” tegas Puguh.
Puguh berharap program Zakat Goes To Campus mampu menjadi pendorong terbentuknya ekosistem zakat yang lebih inklusif dan memberikan dampak luas, terutama dalam menurunkan angka kemiskinan di Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Puguh Wiji Pamungkas turut memberikan opening speech bersama Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, sebagai bentuk dukungan Dewan Jatim terhadap sinergi antara kampus dan lembaga zakat.











